
| Penulis | Abdul Samad Addin |
|---|---|
| Ukuran | 14 x 20 cm |
| Berat | 400 gr |
| Tebal | x + 374 hlm |
| Format | Softcover |
| ISBN | 978-623-5663-82-1 |
| Harga | 99.000 |
Deskripsi
Bunda Mahira Sang Bidadari Bumi Rempah Timur Matahari Terbit
Rasa nyaman dan aman merupakan satu proses kehidupan manusia yang harus diperjuangkan. Begitulah kehidupan yang dijalani Mahira dan Maliki. Sepasang suami istri yang mengabaikan bulan madu pernikahan mereka. Berpisah dengan keluarga, saudara, sahabat dan segalah kemewahan kebesaran harta dan tahta. Mereka meninggalkan tanah air tercinta hanya untuk menggapai rasa nyaman dan aman dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Meskipun harus ditebus dengan pengorbanan yang mengoyak perasaan. Berlayar tanpa arah tujuan agar bisa selamat dari dampak gejolak politik mengancam nyawa keduanya.
Lalu takdir membawa mereka di tempat kehidupan baru di ujung dunia, sebuah negeri yang disebut Timur Matahari Terbit. Satu pulau tanpa penghuni, sunyi dan sepi. Tetapi memberi mereka rasa nyaman dan aman dari ancaman muslihat jahat yang menghantui kehidupan keduanya. Di bumi baru tempat berpijak kini, Maliki dan Mahira harus berjuang dari nol. Menata kehidupan baru untuk merangkai babakan sejarah keluarga mereka di masa depan.
Setelah puluhan kali bergati purnama, sepasang kekasih ini akhirnya diberikan keturunan. Ada enam anak lelaki dan satu perempuan. Pertumbuhan anak-anak mereka yang semakin membesar, membuat Maliki mulai memikirkan masa depan anak-anaknya. Akhirnya dirancanglah satu ekspedisi untuk mencari keberadaan keluarga besar mereka yang entah di mana. Juga memperkenalkan kekayaan rempah-rempah negeri Timur Matahari Terbit agar orang-orang bisa mengunjungi negeri mereka.
Ekspedisi pertama gagal. Sang Bidadari Bumi Rempah merancang ekspedisi kedua yang dilakukan bersama ketiga anak sulungnya. Dengan misi; melanjutkan misi ayah mereka dan mencari jodoh untuk pasangan hidup. Setelah melalui perjalanan yang panjang dan berat, ketiga anak-anak Bidadari Bumi Rempah sukses menjalankan misinya. Merekapun bertemu dengan keluarga mereka yang saat itu sudah punya kerajaan sendiri. Di sana mereka dinikahkan. Dan pada akhirnya keluarga besar itu berkunjung ke negri Timur Matahari. Selamat membaca.
Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:




