Tuhan, apakah aku termasuk ke dalam mereka yang mendustakan nikmatmu?
(Lestyaningrum, 2023, p. 158)
___
Rasa bahagia menyeruak saat melihat buku ini. Terima kasih Mbak Tyas, saya boleh membersamai proses buku ini. Jika masih ada kekurangan di sana sini, mohon dimaafkan.
Ketika naskah ini masuk ke dalam daftar naskah yang mesti saya cermati, saya ragu. Fiksi sejarah menjadi genre yang masih “berat” untuk saya, untuk membaca apalagi menuliskannya. Jadi, saya sungguh salut pada para penulis fiksi sejarah, termasuk Mbak Tyas yang menulis Cahaya dan Jelaga ini.
Kisah berlatar peristiwa sejarah 1965-1966 ini mengangkat perjuangan sebuah keluarga. Kalau Anda berpikir kisahnya melulu pilu, maka Anda mesti membaca buku ini. Memang kesedihan dan kepiluan menjadi bahan bakar utama jalinan kisah di buku ini. Tapi setelah menyelesaikannya, Anda akan menemukan keutamaan lain yang bisa diambil dari tiap tokoh yang ada.
Rasa syukur dan penerimaan nasib yang terlihat tragis dipaparkan dengan baik. Saya pikir ini salah satu keteladanan yang ingin disampaikan Mbak Tyas. Dalam perspektif lain, ini bisa menjadi sindiran halus buat kita yang masih gagap bersyukur.
Pergantian POV yang dinamis membuat saya sedikit terseok-seok saat membacanya. Demikian juga dengan tokoh yang cukup banyak karena saya memang bukan pemerhati nama yang baik. Ya, ini subjektif sekali dan pembaca lain belum tentu mengkategorikannya sebagai kesulitan.
Di luar itu, saya menemukan banyak hal asyik. Pesan yang disampaikan melalui buku ini jelas dan mudah ditangkap. Karakter tokohnya kuat dan memiliki benang merah yang sama: pantang menyerah dan tulus.
Demikianlah, pada akhirnya, penilaian orang tak akan menjadi penentu kualitas seseorang. Namun, caranya memperlakukan hidup dan kemanusiaanlah yang akan menjadi titik akhir sebuah pencapaian: menjadi cahaya atau jelaga. Hahaha … Ini makna baru dari judul novel Mbak Tyas. Makna sebenarnya tentu bisa Anda temukan setelah membaca novel ini.
Proficiat buat novel perdananya Mbak Tyas. Kami menunggu karya-karya selanjutnya. Sukses selalu, terus bercahaya.
Lestyaningrum, Tyas Ary. 2023. Cahaya dan Jelaga. Yogyakarta: Galuh Patria.
Penulis: Katarina Retno