Perihal Cinta

Perihal Cinta

 

Penulis Anggie D. Widowati
Ukuran 14 x 21cm
Berat 350 gr
Tebal 318 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-69-3
Harga 90.000

 

Deskripsi

Perihal Cinta

Pernahkan ada rindu yang begitu menggebu
Tanpa kamu bisa berbuat apa-apa
Bahkan berpasrah pun tak bisa
Pernahkah ada cinta yang begitu mendera
Tanpa kamu bisa memperjuangkannya
Dan hanya bisa menyimpannya dalam lara
~Delima

Aku akan memulai kisah ini dengan satu puisi. Puisi yang aku tuliskan pada selembar kertas usang di ujung meja restoran tua di pinggiran teluk Jakarta. Ketika aku meminta selembar kertas dan sebatang pensil, seseorang menaruhnya di sana. Lalu meninggalkanku dengan kertas daur ulang kecoklatan dan pensil yang nyaris tumpul. Pada ujung atas kertas ada tulisan besar: Palem Kembar Restaurant. Pensil itu biasanya digunakan para pelayan untuk menuliskan pesanan.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Traumatic Love

Traumatic Love

 

Penulis Silverquinn
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 200 gr
Tebal 132 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-23-5
Harga 80.000

 

Deskripsi

Traumatic Love

Jika ada kisah cinta yang berakhir bahagia, pasti terdapat juga kisah cinta yang berakhir tragis. Itulah yang terjadi pada kisah cinta Hana Maira, seorang mahasiswi kedokteran yang menjalani hidupnya dengan tenang sebelum tau apa itu cinta dan bagaimana akhir kisah cintanya kelak.

“Kamu mau nggak jadi pacar aku?” Ucap Reno setengah teriak.

Hal itu tentu saja menjadi awal yang baru untuk perjalanan kisah cinta Hana. Hidupnya yang tenang seketika berubah Ketika seorang laki-laki bernama Reno menyatakan cintanya secara terang-terangan di depan umum. Dengan senyum meronanya Hana membayangkan kehidupan cintanya yang akan berakhir bahagia, namun Hana melupakan bahwa cinta juga bisa berakhir tragis hingga siapapun yang pernah menjalaninya akan merasa trauma akan cinta.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Rekan Lama Berjumpa Lagi

Rekan Lama Berjumpa Lagi

 

Penulis Mida Mica
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 250 gr
Tebal 222 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-17-4
Harga 75.000

 

Deskripsi

Rekan Lama Berjumpa Lagi

Fura seorang gadis tua bertangan tunggal bekerja sebagai pengawal majikan baru seorang wanita bangsawan Mannamei, dia menaruh dendam kesumat terhadap Ruto, seorang bandar sekaligus rekan dagang majikan, yang telah menjatuhkan martabat majikannya di depan umum, tetapi akhirnya memilih berdamai atas desakan oleh Maec, si pelayan pria yang ikut serta bersama Fura memburu Ruto di Pelabuhan Utara.

Fura paham bahwa dirinya kini adalah seorang hamba yang melayani Mannamei sebagai pengawal pribadi, dan dia rutin melakoni tugasnya dari pagi hingga menjelang malam, termasuk bila dibutuhkan dalam situasi penting. Oleh karena itulah, kedatangan majikan pada pagi buta ini seperti sebuah pertanda akan ada pekerjaan penting dan mendesak menantinya.

Fura tidak habis pikir bahwa ajakan sarapan dari Mannamei akan mempertemukan garis takdir dengan seorang lelaki preman Ruto, di dalam kedai. Puncaknya terjadi pada siang hari, ketika dia bersama majikan berjumpa lagi dengan Ruto. Fura tidak dapat memahami pertengkaran mulut antara Mannamei dengan Ruto, tetapi intuisinya paham bahwa Ruto telah mengolok-olok harga diri Mannamei di depan khalayak.

Seperginya Ruto yang dibiarkan pergi saja oleh titah Mannamei, Fura bersikeras bahwa dia akan balas dendam menghabisi Ruto demi memulihkan harga diri Mannamei. Sang majikan pun mempersilakannya, dengan segala akibat ditanggung sendiri.

Maka, berangkatlah Fura ke Pelabuhan Utara, tempatnya Ruto diketahui bekerja sebagai Bandar Besar. Perjalanan balas dendamnya dtemani oleh seorang pelayan pria Maec, yang sempat Fura tolak ketika mereka berjumpa pertama kali.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Review Buku: Lingkungan, Hasrat Manusia, dan Mas Pandu Menuliskannya

Review Buku: Lingkungan, Hasrat Manusia, dan Mas Pandu Menuliskannya

Perbuatan kita merusak lingkungan itulah bencana. Hal mengikutinya hanyalah reaksi alamiah. Alam netral, ia tak membalas. Ia hanya mencari keseimbangannya.

(Saputra, 2023: 5)

___

Turut terlibat dalam “kelahiran” buku pertama tentulah hal yang istimewa. Itu yang kurasakan saat naskah Mas Pandu masuk ke daftar pekerjaanku beberapa bulan lalu.

Tentu saja mencermati tulisan Mas Pandu itu ‘mudah’. Kalimatnya bernas, maksud tulisannya pun jelas. Kalaupun ada selip di sana dan di sini, jumlahnya sangat sedikit. Itu jelas karena jam terbang menulis Mas Pandu yang memang sudah sanggat tinggi.

Pemikiran dan kegelisahan Mas Pandu dituangkan dengan sangat apik di buku ini. Kupikir tulisan-tulisan itu memang hasil sejenak menarik diri saat melihat sesuatu yang tampak biasa dan lumrah. Ini menjadi catatan buat kita tentang cara mencari sudut pandang bahkan ide tulisan.

Buku ini terbagi menjadi tiga bagian: Dari Desa, Ke Kota, dan Untuk Kita. Dari judul tiap bagian saja sudah menunjukkan kejernihan alur berpikir penulisnya. Termasuk juga ajakannya untuk melihat persoalan lingkungan dan hubungannya dengan hasrat manusia. Hasilnya, tulisan dalam buku ini tidak lagi menjadi isu personal tapi juga menyajikan persoalan bersama secara holistik.

Tiap tulisan dalam buku ini pun memiliki benang merah yang bukan sekadar ada. Tapi memang sungguh menjadi roh dalam buku ini. Dan itu merupakan kritik yang disampaikan dengan sangat baik oleh penulisnya.

Mas Pandu melalui Tak Ada Bintang di Angkasa justru mengajak kita kembali melihat semesta dalam perspektif yang lebih luas. Kita diajak merefleksikan hidup yang hiruk pikuk. Dan pada saat yang sama merefleksikan hidup yang sepi, senyap, berjarak dan dingin.

Ya, manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan yang tak terbatas akhirnya hanya menemukan angkasa tanpa bintang. Seserakah itu hingga banyak hal terlewat, tak terawat, dan tak ada kenangan meski sebatas ingatan.

Buku ini menjadi satu buku yang mengajak kita sejenak berhenti. Juga mengajak kita menyadari diri dan semesta. Tak hanya sekadar patut dijadikan teman minum kopi, buku ini bisa dijadikan bahan pemantik diskusi tentang lingkungan dan diri kita sebagai bagian dari dunia yang luas.[]

Saputra, Pandu Wijaya. 2023. Tak Ada Bintang di Angkasa. Yogyakarta: Galuh Patria.
 
Penulis: Katarina Retno
Bukhanka

Bukhanka

 

Penulis N Marewo
Ukuran 14 x 20,5 cm
Berat 300 gr
Tebal viii + 256 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-98-2
Harga 89.000

 

Deskripsi

Bukhanka: sebuah novel

Kemajuan di era serba canggih telah menyumbang banyak kemudahan. Dampaknya terhadap pola hidup, cara berkomunikasi, model berpakaian, gaya berbahasa juga perilaku menyertainya, termasuk menakluki manusia dan aktivitasnya serta berkurangnya frekwensi individu untuk bertatap muka satu sama lain. Pada level mana pun kompleksitas problematika tak pernah beristrahat, namun eksistensi setiap makhluk di jagad raya tidaklah berdiri sendiri.

Rajutan kisah dalam novel ini mengalir, alien dan padat nilai dalam kualitas yang menggiring antusiasme pembaca. Kehidupan ekspatriat, seniman, purna karya yang menyuapi impian, pengembara digital, selebritas internet dan suasana yang melingkupi dari Kamboja hingga ujung barat Anatolia tertoreh dalam intensitas penceritaan yang kuat, kaya diksi, unik, berlimpah karakter dan insiden.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Negeri Matahari Terbit dan Istana Putri Bidadari

Negeri Matahari Terbit dan Istana Putri Bidadari

 

Penulis Abdul Samad Addin
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 350 gr
Tebal viii + 290 hlm
Format Softcover
ISBN
978-623-5663-85-2
Harga 89.000

 

Deskripsi

Negeri Matahari Terbit dan Istana Putri Bidadari

Thoriq berpikir keras untuk mengungkap keberadaan Negeri Matahari Terbit dan istana Putri Bidadari dalam surat wasiat kakek buyutnya. Entah berada di dunia mana, dia berusaha mencari jejek negeri itu, karena di situlah asal-usul keluarga besarnya. Wasiat itu telah mengubah dirinya menjadi seorang kutu buku. Berbagai buku literasi sejarah lokal diburu dan dibacanya. Namun tak ada jejaknya bahkan pulau besar Halmahera saja tidak diulas dalam buku sejarah lokal. Akhirnya dia menarik kesimpulan sepihak bukan di wilayah Fagogoru.

Thoriq pusing tujuh keliling bagaimana mendapatkan biaya untuk berkeliling menelusuri jejak negeri itu. Akhirnya ada jalan keluar seorang sahabat baiknya mengajak keliling Indoneia menelusuri barang peninggalan Belanda. Dia pun menggunakan kesempatan itu menjalankan misi pribadinya, menelusuri Negeri Matahari Terbit. Penelusuran lokal tidak menemukan jejaknya. Bersama bosnya juga menelusuri beberapa tempat di wilayah barat Nusantara. Dalam perjalanan, Thoriq banyak bertukar pikiran dengan para arkeolog.

Sementara itu bosnya, Kemal tak sengaja melihat surat wasiat yang dipegang Thoriq membuatnya penasaran. Dia sengaja menunggu waktu yang pas untuk menanyakannya. Di hari ekspedisi terakhir mereka, ketika beristirhat di kota Bogor, Kemal menanyakan lembaran yang sempat dibaca itu. Thoriq pun mengisahkan tentang surat wasiat yang dipegangnya.

Di luar dugaannya, Bos Kemal berkata, “Walaupun kamu mencari negeri itu keliling dunia tidak akan ketemu. Karena negeri yang kamu cari itu negeri kamu sendiri.” Thoriq terkejut bukan main mendengar pernyataan bosnya itu. Tetapi setelah mendengar penjelasan detailnya dia pun menerima itu. Akhirnya di penghujung ekspedisi mereka, dia memutuskan pulang ke Maba untuk melakukan penelusuran dan pengamatan.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Review Buku: Novel Cahaya dan Jelaga

Review Buku: Novel Cahaya dan Jelaga

Tuhan, apakah aku termasuk ke dalam mereka yang mendustakan nikmatmu?
(Lestyaningrum, 2023, p. 158)
___
Rasa bahagia menyeruak saat melihat buku ini. Terima kasih Mbak Tyas, saya boleh membersamai proses buku ini. Jika masih ada kekurangan di sana sini, mohon dimaafkan.
Ketika naskah ini masuk ke dalam daftar naskah yang mesti saya cermati, saya ragu. Fiksi sejarah menjadi genre yang masih “berat” untuk saya, untuk membaca apalagi menuliskannya. Jadi, saya sungguh salut pada para penulis fiksi sejarah, termasuk Mbak Tyas yang menulis Cahaya dan Jelaga ini.
Kisah berlatar peristiwa sejarah 1965-1966 ini mengangkat perjuangan sebuah keluarga. Kalau Anda berpikir kisahnya melulu pilu, maka Anda mesti membaca buku ini. Memang kesedihan dan kepiluan menjadi bahan bakar utama jalinan kisah di buku ini. Tapi setelah menyelesaikannya, Anda akan menemukan keutamaan lain yang bisa diambil dari tiap tokoh yang ada.
Rasa syukur dan penerimaan nasib yang terlihat tragis dipaparkan dengan baik. Saya pikir ini salah satu keteladanan yang ingin disampaikan Mbak Tyas. Dalam perspektif lain, ini bisa menjadi sindiran halus buat kita yang masih gagap bersyukur.
Pergantian POV yang dinamis membuat saya sedikit terseok-seok saat membacanya. Demikian juga dengan tokoh yang cukup banyak karena saya memang bukan pemerhati nama yang baik. Ya, ini subjektif sekali dan pembaca lain belum tentu mengkategorikannya sebagai kesulitan.
Di luar itu, saya menemukan banyak hal asyik. Pesan yang disampaikan melalui buku ini jelas dan mudah ditangkap. Karakter tokohnya kuat dan memiliki benang merah yang sama: pantang menyerah dan tulus.
Demikianlah, pada akhirnya, penilaian orang tak akan menjadi penentu kualitas seseorang. Namun, caranya memperlakukan hidup dan kemanusiaanlah yang akan menjadi titik akhir sebuah pencapaian: menjadi cahaya atau jelaga. Hahaha … Ini makna baru dari judul novel Mbak Tyas. Makna sebenarnya tentu bisa Anda temukan setelah membaca novel ini.
Proficiat buat novel perdananya Mbak Tyas. Kami menunggu karya-karya selanjutnya. Sukses selalu, terus bercahaya.
Lestyaningrum, Tyas Ary. 2023. Cahaya dan Jelaga. Yogyakarta: Galuh Patria.
Penulis: Katarina Retno
Bunda Mahira Sang Bidadari Bumi Rempah Timur Matahari Terbit

Bunda Mahira Sang Bidadari Bumi Rempah Timur Matahari Terbit

 

Penulis Abdul Samad Addin
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 400 gr
Tebal x + 374 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-82-1
Harga 99.000

 

Deskripsi

Bunda Mahira Sang Bidadari Bumi Rempah Timur Matahari Terbit

Rasa nyaman dan aman merupakan satu proses kehidupan manusia yang harus diperjuangkan. Begitulah kehidupan yang dijalani Mahira dan Maliki. Sepasang suami istri yang mengabaikan bulan madu pernikahan mereka. Berpisah dengan keluarga, saudara, sahabat dan segalah kemewahan kebesaran harta dan tahta. Mereka meninggalkan tanah air tercinta hanya untuk menggapai rasa nyaman dan aman dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Meskipun harus ditebus dengan pengorbanan yang mengoyak perasaan. Berlayar tanpa arah tujuan agar bisa selamat dari dampak gejolak politik mengancam nyawa keduanya.

Lalu takdir membawa mereka di tempat kehidupan baru di ujung dunia, sebuah negeri yang disebut Timur Matahari Terbit. Satu pulau tanpa penghuni, sunyi dan sepi. Tetapi memberi mereka rasa nyaman dan aman dari ancaman muslihat jahat yang menghantui kehidupan keduanya. Di bumi baru tempat berpijak kini, Maliki dan Mahira harus berjuang dari nol. Menata kehidupan baru untuk merangkai babakan sejarah keluarga mereka di masa depan.

Setelah puluhan kali bergati purnama, sepasang kekasih ini akhirnya diberikan keturunan. Ada enam anak lelaki dan satu perempuan. Pertumbuhan anak-anak mereka yang semakin membesar, membuat Maliki mulai memikirkan masa depan anak-anaknya. Akhirnya dirancanglah satu ekspedisi untuk mencari keberadaan keluarga besar mereka yang entah di mana. Juga memperkenalkan kekayaan rempah-rempah negeri Timur Matahari Terbit agar orang-orang bisa mengunjungi negeri mereka.

Ekspedisi pertama gagal. Sang Bidadari Bumi Rempah merancang ekspedisi kedua yang dilakukan bersama ketiga anak sulungnya. Dengan misi; melanjutkan misi ayah mereka dan mencari jodoh untuk pasangan hidup. Setelah melalui perjalanan yang panjang dan berat, ketiga anak-anak Bidadari Bumi Rempah sukses menjalankan misinya. Merekapun bertemu dengan keluarga mereka yang saat itu sudah punya kerajaan sendiri. Di sana mereka dinikahkan. Dan pada akhirnya keluarga besar itu berkunjung ke negri Timur Matahari. Selamat membaca.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Cahaya dan Jelaga

Cahaya dan Jelaga

 

Penulis Tyas Ary Lestyaningrum
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 300 gr
Tebal x + 194 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-75-3
Harga 89.000

 

Deskripsi

Cahaya dan Jelaga

Hampir enam dekade berlalu dan bangsa ini belum selesai dengan Tragedi 1965-1966, berikut ceceran warisan kepedihannya. Tak ada penyelesaian yang tuntas dan permaafan yang lapang. Padahal, tanpa itu semua, akan berat kepala kita untuk mendongak ke depan.

Topik tentang ’65-’66 selalu saja diseret ke pertentangan politik, konflik keyakinan, kadang juga pembelaan kepada ideologi bangsa yang serba “seakan-akan”. Sementara itu, sering dilupakan bahwa warisan luka tersebut bukan hanya menyakiti kehidupan kebangsaan, melainkan lebih mendasar lagi: ia meninggalkan sayatan luka yang mendalam bagi kemanusiaan.

Dan, di lapangan kemanusian itu, ada entah berapa ribu manusia, yang menjalani sakit demi sakit di sepanjang jalan setapak hidup mereka, dengan wujud yang barangkali tak pernah tergambar dalam bayangan manusia lainnya.

Novel karya Mbak Tyas mengajak kita untuk masuk ke alam kehidupan penuh warisan luka itu. Melihat para tumbal sejarah bukan hanya sebagai statistik dan deretan angka, tetapi mengenali mereka sebagai manusia, bersama pergulatan kisah kepedihan, kemarahan, juga keikhlasan, yang selama ini nyelip tertutup bayang-bayang omong kosong narasi besar kebangsaan.

Iqbal Aji Daryono, penulis.

Selamat membaca!

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Ternyata Binatang Juga Mampu Berpikir Ya!

Ternyata Binatang Juga Mampu Berpikir Ya!

 

Penulis Damianas Sapti Sri Hartini, S.Pd
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 200 gr
Tebal 60 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-53-1
Harga 60.000

 

Deskripsi

Ternyata Binatang Juga Mampu Berpikir Ya!

Buku cerita yang berjudul “Ternyata Binatang Juga Mampu Berfikir Ya!” merupakan kumpulan cerita berbagai binatang yang mempunyai pikiran cemerlang sehingga mampu menolong teman, mampu menghindar dari bahaya, mampu mengantisipasi kemungkinan buruk akan terjadi. Berikut daftar ceritanya:
Cerita 1 Pertolongan Katak Hijau
Cerita 2 Bunglon Berubah Warna
Cerita 3 Si Burung Hantu
Cerita 4 Cicak
Cerita 5 Semut Merah

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria