Negeri Matahari Terbit dan Istana Putri Bidadari

Negeri Matahari Terbit dan Istana Putri Bidadari

 

Penulis Abdul Samad Addin
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 350 gr
Tebal viii + 290 hlm
Format Softcover
ISBN
978-623-5663-85-2
Harga 89.000

 

Deskripsi

Negeri Matahari Terbit dan Istana Putri Bidadari

Thoriq berpikir keras untuk mengungkap keberadaan Negeri Matahari Terbit dan istana Putri Bidadari dalam surat wasiat kakek buyutnya. Entah berada di dunia mana, dia berusaha mencari jejek negeri itu, karena di situlah asal-usul keluarga besarnya. Wasiat itu telah mengubah dirinya menjadi seorang kutu buku. Berbagai buku literasi sejarah lokal diburu dan dibacanya. Namun tak ada jejaknya bahkan pulau besar Halmahera saja tidak diulas dalam buku sejarah lokal. Akhirnya dia menarik kesimpulan sepihak bukan di wilayah Fagogoru.

Thoriq pusing tujuh keliling bagaimana mendapatkan biaya untuk berkeliling menelusuri jejak negeri itu. Akhirnya ada jalan keluar seorang sahabat baiknya mengajak keliling Indoneia menelusuri barang peninggalan Belanda. Dia pun menggunakan kesempatan itu menjalankan misi pribadinya, menelusuri Negeri Matahari Terbit. Penelusuran lokal tidak menemukan jejaknya. Bersama bosnya juga menelusuri beberapa tempat di wilayah barat Nusantara. Dalam perjalanan, Thoriq banyak bertukar pikiran dengan para arkeolog.

Sementara itu bosnya, Kemal tak sengaja melihat surat wasiat yang dipegang Thoriq membuatnya penasaran. Dia sengaja menunggu waktu yang pas untuk menanyakannya. Di hari ekspedisi terakhir mereka, ketika beristirhat di kota Bogor, Kemal menanyakan lembaran yang sempat dibaca itu. Thoriq pun mengisahkan tentang surat wasiat yang dipegangnya.

Di luar dugaannya, Bos Kemal berkata, “Walaupun kamu mencari negeri itu keliling dunia tidak akan ketemu. Karena negeri yang kamu cari itu negeri kamu sendiri.” Thoriq terkejut bukan main mendengar pernyataan bosnya itu. Tetapi setelah mendengar penjelasan detailnya dia pun menerima itu. Akhirnya di penghujung ekspedisi mereka, dia memutuskan pulang ke Maba untuk melakukan penelusuran dan pengamatan.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Bunda Mahira Sang Bidadari Bumi Rempah Timur Matahari Terbit

Bunda Mahira Sang Bidadari Bumi Rempah Timur Matahari Terbit

 

Penulis Abdul Samad Addin
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 400 gr
Tebal x + 374 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-82-1
Harga 99.000

 

Deskripsi

Bunda Mahira Sang Bidadari Bumi Rempah Timur Matahari Terbit

Rasa nyaman dan aman merupakan satu proses kehidupan manusia yang harus diperjuangkan. Begitulah kehidupan yang dijalani Mahira dan Maliki. Sepasang suami istri yang mengabaikan bulan madu pernikahan mereka. Berpisah dengan keluarga, saudara, sahabat dan segalah kemewahan kebesaran harta dan tahta. Mereka meninggalkan tanah air tercinta hanya untuk menggapai rasa nyaman dan aman dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Meskipun harus ditebus dengan pengorbanan yang mengoyak perasaan. Berlayar tanpa arah tujuan agar bisa selamat dari dampak gejolak politik mengancam nyawa keduanya.

Lalu takdir membawa mereka di tempat kehidupan baru di ujung dunia, sebuah negeri yang disebut Timur Matahari Terbit. Satu pulau tanpa penghuni, sunyi dan sepi. Tetapi memberi mereka rasa nyaman dan aman dari ancaman muslihat jahat yang menghantui kehidupan keduanya. Di bumi baru tempat berpijak kini, Maliki dan Mahira harus berjuang dari nol. Menata kehidupan baru untuk merangkai babakan sejarah keluarga mereka di masa depan.

Setelah puluhan kali bergati purnama, sepasang kekasih ini akhirnya diberikan keturunan. Ada enam anak lelaki dan satu perempuan. Pertumbuhan anak-anak mereka yang semakin membesar, membuat Maliki mulai memikirkan masa depan anak-anaknya. Akhirnya dirancanglah satu ekspedisi untuk mencari keberadaan keluarga besar mereka yang entah di mana. Juga memperkenalkan kekayaan rempah-rempah negeri Timur Matahari Terbit agar orang-orang bisa mengunjungi negeri mereka.

Ekspedisi pertama gagal. Sang Bidadari Bumi Rempah merancang ekspedisi kedua yang dilakukan bersama ketiga anak sulungnya. Dengan misi; melanjutkan misi ayah mereka dan mencari jodoh untuk pasangan hidup. Setelah melalui perjalanan yang panjang dan berat, ketiga anak-anak Bidadari Bumi Rempah sukses menjalankan misinya. Merekapun bertemu dengan keluarga mereka yang saat itu sudah punya kerajaan sendiri. Di sana mereka dinikahkan. Dan pada akhirnya keluarga besar itu berkunjung ke negri Timur Matahari. Selamat membaca.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria