
| Penulis | Pandu Wijaya Saputra |
|---|---|
| Ukuran | 14 x 20 cm |
| Berat | 250 gr |
| Tebal | vi+114 hlm |
| Format | Softcover |
| ISBN | 978-623-5663-93-7 |
| Harga | 58.000 |
Deskripsi
Tak Ada Bintang di Angkasa
Kota telah menjadi magnet tak terhindarkan bagi orang-orang yang ada di desa. Bahkan, bagaimana desa dibangun pun mengikuti standard kota. Tak hanya menghadirkan pembangunan, kota turut membentuk budaya manusia di dalamnya. Ia berpotensi membuat penghuninya sedikit kehilangan sisi “kewarasan”. Itu yang saya alami, dan mungkin dialami banyak orang yang datang ke kota, sadar atau tidak.
Melalui tulisan-tulisan ini saya mencoba mengajak pembaca, khususnya mereka yang di kota, agar di tengah belantara teknologi, kecepatan dan kesibukannya tetap bisa mengambil jarak dan jeda. Jarak dan jeda ini penting agar kita menghidupkan sikap-sikap yang wajar — dan mudah-mudahan waras.
Banyak fenomena-fenomena yang kita temui sebagai manusia urban. Kumpulan tulisan-tulisan ini adalah bagaimana saya melihat segala tentang kota (khususnya Jakarta). Dalam tulisan-tulisan ini, saya menyoroti berbagai hal mulai dari alam, budaya, tentang huniannya, manusia dan serta kebiasaan-kebiasaannya. Kadang, saya juga menggunakan refleksi pengalaman saya sebagai orang desa.
Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:




