Trending X dan Kampanye Politik Selundupan

Trending X dan Kampanye Politik Selundupan

Trending X dan Kampanye Politik Selundupan

Penulis: Siantari Rihartono

Trending Topic X Salah satu fitur dalam platform media sosial X (sebelumnya Twitter) adalah ‘Trend for You’ atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Trending.’ X (Twitter) Trending adalah peringkat topik populer yang sedang dibahas oleh pengguna akun X (Twitter). Topik yang masuk pada X (Twitter) trending, mengacu pada algoritma berdasarkan siapa yang diikuti oleh pengguna dan dimana lokasi (negara) di mana ia berada.

Biasanya kata kunci yang ada di peringkat didahului dengan tanda (#) tapi bisa juga hanya berupa kata frasa. Secara umum, Trending mengacu pada dua kriteria, yakni lokasi (Global dan nasional, misalnya Indonesia), dan juga trending per topik (misalnya politik, hiburan, olahraga, dan sebagainya).

Pada tampilan awal ketika pengguna membuka akun X mereka, pengguna akan melihat postingan dari akun-akun yang diikuti oleh mereka dan juga jaringan yang terhubung di sekitarnya, atau bisa juga karena riwayat interaksi pengguna dengan salah satu akun ataupun sebuah topik yang kemudian ‘disarankan’ oleh X dengan cara dihadirkan di linimasa pengguna. Jika lingkaran pertemanan sedikit dan pengguna tidak terlalu aktif, apa yang ditampilkan pada linimasa juga menjadi terbatas.

Oleh karena itu, kemudian disediakan fitur Trending tadi, agar pengguna bisa mengetahui apa yang sedang ramai diperbincangkan di dalam platform X yang mungkin tidak banyak dibahas oleh orang-orang dalam lingkaran pertemanan tadi.

 

“Bahaya paling nyata dari ‘kampanye selundupan’ dengan mendompleng trending topic seperti ini adalah maraknya hoax (misinformasi dan disinformasi) yang menyerang calon lawan.”

 

Preview artikel ini dapat dibaca di sini

Citation:

Rihartono, Siantari. “Trending X dan Kampanye Politik Selundupan“ dalam Kunandar, et. al. Digital Disturbia: Hiruk-Pikuk Digitalisasi Komunikasi. Yogyakarta: Galuh Patria. pp 155-170.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

New Public Sphere dalam Kampanye Lingkungan Melalui Media Sosial

New Public Sphere dalam Kampanye Lingkungan Melalui Media Sosial

New Public Sphere dalam Kampanye Lingkungan Melalui Media Sosial

Penulis: Prima Yustitia Nurul Islami & Nada Arina Romli

Teknologi dan New Public Sphere
Teknologi mengalami perkembangan yang pesat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, dan internet menjadi teknologi yang mendorong transformasi pola komunikasi dalam masyarakat saat ini (Sari et al., 2018). Salah satu media dalam komunikasi dengan bantuan teknologi dan internet adalah media sosial. Media sosial merupakan platform media yang berfokus pada keberadan pengguna dan proses memfasilitasi berbagai kegiatan manusia berupa komunikasi sederhana hingga proses membangun opini masyarakat (publik) (A. C. Sari et al., 2018).

Media sosial di Indonesia digunakan oleh semua lapisan masyarakat sebagai salah satu alat komunikasi hingga saat ini (Mansyur, 2018). Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada periode 2022-2023 mencapai 215,63 juta orang dengan rata rata penggunaan internet selama 7 jam 42 menit dalam sehari. Data tersebut juga menunjukkan bahwa teknologi telepon genggam (ponsel) merupakan mayoritas teknologi yang digunakan untuk mengakses internet.

 

“Adanya new public shpere menjadi titik awal isu isu penting dapat memiliki ruang untuk diperjuangkan, diperhatikan dan diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebijakan melalui ruang ruang digital tersebut.”

 

Preview artikel ini dapat dibaca di sini

Citation:

Islami, Prima Yustitia Nurul dan Nada Arina Romli. “New Public Sphere dalam Kampanye Lingkungan Melalui Media Sosial“ dalam Kunandar, et. al. Digital Disturbia: Hiruk-Pikuk Digitalisasi Komunikasi. Yogyakarta: Galuh Patria. pp 139-154.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Ketika Ultraman Ikut Berkampanye

Ketika Ultraman Ikut Berkampanye

Ketika Ultraman Ikut Berkampanye: Visual Representation dalam Komunikasi Politik pada Kampanye Digital di Tiktok

Penulis: Ihya Ulumuddin

Transformasi Kampanye Politik

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mengalami perubahan yang lebih luas. Hal ini terjadi dalam gaya kampanye digital pada organisasi politik maupun individunya. Dapat dikatakan bahwa umumnya, pada calon legislatif tersebut mempromosikan gaya komunikasi yang terjadi langsung dan lebih sempit dengan para pemilihnya. Namun, mereka juga menumbuhkan peluang baru dan lebih partisipatif dalam melibatkan masyarakat dalam pemilihan umum. Penelitian ini mencoba menelusuri penggunaan Media Sosial khususnya TikTok dalam aktivitas kampanye digital secara masif dan menilai seberapa jauh penemuan yang mendukung gagasan bahwa perubahan tersebut sedang berjalan.

Masih dini untuk menarik kesimpulan bahwa pengaruh internet mengalami perubahan dalam arena kampanye atau bahkan wilayah lain dari kehidupan politik kontemporer. Terdapat banyak bukti empiris tentang topik ini yang menimbulkan tumbuhnya gagasan yang berarti agar bisa ditarik dalam sebuah pertanyaan-pertanyaan yang sedang berkembang.

Studi di Amerika Serikat, terutama studi dalam masuknya teknologi web 2.0, tampaknya menimbulkan beberapa dukungan dan gagasan tentang perubahan terutama dalam pergeseran menuju pendekatan yang lebih interaktif. Studi tersebut menjadikan partai dan kandidat sangat berhati-hati dan konservatif dalam kampanye media baru mereka.

“Media-media digital seperti website, instagram bahkan TikTok menjadi platform terbaru dalam upaya membangun dan memperluas simpati para pemilih dalam mewujudkan potensi interaktif dan partisipatif yang dibawa media baru tersebut.”

Preview artikel ini dapat dibaca di sini

Citation:

Ulumuddin, Ihya. “Ketika Ultraman Ikut Berkampanye: Visual Representation dalam Komunikasi Politik pada Kampanye Digital di Tiktok“ dalam Kunandar, et. al. Digital Disturbia: Hiruk-Pikuk Digitalisasi Komunikasi. Yogyakarta: Galuh Patria. pp 115-135.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria