Jejak Angin di Halaman Waktu

Jejak Angin di Halaman Waktu

 

Penulis Laudia Syarah
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 250 gr
Tebal 118 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-72-3
Harga 60.000

 

Deskripsi

Jejak Angin di Halaman Waktu

Setiap orang punya caranya sendiri untuk memahami dunia. Bagi Laudia Syarah, cara itu adalah dengan menulis puisi. Buku Jejak Angin di Halaman Waktu lahir dari pertemuannya dengan banyak hal; keheningan, perjalanan, kehilangan, dan kebahagiaan kecil yang sering luput dari perhatian. Dalam setiap bait seperti berbicara dengan dirinya sendiri, lalu membiarkan pembaca ikut mendengarkan bisikanbisikan lembut dari hatinya.

Setiap puisi di dalamnya seperti hembusan angin yang meninggalkan jejak di waktu, kadang lembut, kadang getir, tapi selalu jujur. Laudia menulis tentang hal-hal sederhana yang sering kita alami: rindu, waktu yang berlalu, pertemuan, kehilangan, dan harapan. Semua dirangkai dengan bahasa yang jernih, mengalir, dan dekat dengan perasaan sehari-hari.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Lawang Uma

Lawang Uma

 

Penulis R. Pradipta
Ukuran 13 x 19cm
Berat 250 gr
Tebal 126 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-71-6
Harga 58.000

 

Deskripsi

Lawang Uma

Lawang Uma berasal dari bahasa Toboali Bangka Selatan berarti Pintu Rumah. Setiap pintu rumah menyimpan kisah. Tawa yang pernah pecah di ruang makan, doa yang lirih terucap di malam sunyi, hingga rahasia yang diam-diam menyesakkan dada.

Buku ini adalah kumpulan cerpen tentang pintu-pintu kehidupan yang saya temui. Pintu kelas, pintu kantor, pintu warung kopi, bahkan pintu hati. Di balik semuanya, ada kisah manusia yang sederhana, namun begitu dekat dengan kita.

Lawang Uma mengajak Anda untuk melangkah perlahan, masuk ke dalam rumah kata, dan menemukan bahwa mungkin, salah satu pintu itu adalah milik Anda sendiri.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Perihal Cinta

Perihal Cinta

 

Penulis Anggie D. Widowati
Ukuran 14 x 21cm
Berat 350 gr
Tebal 318 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-69-3
Harga 90.000

 

Deskripsi

Perihal Cinta

Pernahkan ada rindu yang begitu menggebu
Tanpa kamu bisa berbuat apa-apa
Bahkan berpasrah pun tak bisa
Pernahkah ada cinta yang begitu mendera
Tanpa kamu bisa memperjuangkannya
Dan hanya bisa menyimpannya dalam lara
~Delima

Aku akan memulai kisah ini dengan satu puisi. Puisi yang aku tuliskan pada selembar kertas usang di ujung meja restoran tua di pinggiran teluk Jakarta. Ketika aku meminta selembar kertas dan sebatang pensil, seseorang menaruhnya di sana. Lalu meninggalkanku dengan kertas daur ulang kecoklatan dan pensil yang nyaris tumpul. Pada ujung atas kertas ada tulisan besar: Palem Kembar Restaurant. Pensil itu biasanya digunakan para pelayan untuk menuliskan pesanan.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Jika Pancasila Berbicara: Surat Terbuka untuk Generasi Z

Jika Pancasila Berbicara: Surat Terbuka untuk Generasi Z

 

Penulis Fatima Zahra Kamila, Cayla Almira Sharliz, Ismatul Sumayyah,, dkk
Ukuran 15,5 x 23 cm
Berat 250 gr
Tebal viii+120 hlm
Format Softcover
QRCBN 62-675-6238-007
Harga 70.000

 

Deskripsi

Jika Pancasila Berbicara: Surat Terbuka untuk Generasi Z

Buku kecil ini lahir dari ruang belajar yang sederhana: ruang di mana Generasi Z mencoba menuliskan jejak pengalaman mereka tentang Pancasila. Sebagai ruang belajar maka akan selalu timbul dialog tentang bagaimana Pancasila dihayati dan ditafsirkan, terutama oleh Generasi Z, yang secara jarak waktu sangat jauh dari awal mula kelahiran Pancasila. Namun hal tersebut tidak menyurutkan mereka untuk membaca lagi sejarah itu, untuk mengenal lebih dalam tentang Pancasila. Seperti kata Driyarkara dalam kutipan awal pengantar ini, ‘Tak seorangpun akan menjadi Pancasilais kalau dia tidak membut dirinya Pancasilais’. Hal ini tentu saja berlaku untuk setiap orang di Indonesia, termasuk Generasi Z.

Antologi bunga rampai ini terdiri dari 15 esai yang terbagi menjadi 3 bagian besar. Bagian pertama dengan tema ‘Pancasila: Historiositas dan relevansinya’, terdiri dari 5 esai yang membicarakan tentang bagaimana aspek kesejarahan dari Pancasila serta relevansi nilai-nilainya bisa diaplikasikan dewasa ini, terutama di mata Generasi Z. Bagian kedua dengan tema ‘Pancasila dalam dimensi sosial, psikologi dan Pendidikan’, mengupas bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam konteks kemanusian dan aspek sosialnya. Terdapat 5 esai dalam tema ini. Bagian terakhir dengan tema ‘Pancasila: ideologi, konstitusi dan diplomasi bangsa’ menjelaskan tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam dimensi kenegaraan serta kehidupan demokrasi kita hari ini.

.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

ANDRE TAULANY & FRIENDS Di Mana Ada Teman, Di Situ Ada Jalan

ANDRE TAULANY & FRIENDS Di Mana Ada Teman, Di Situ Ada Jalan

 

Penulis Theresia Romula
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 850 gr
Tebal 276 hlm
Format Softcover Fullcolor-AP120
ISBN 978-623-8454-68-6
Harga 200.000

 

Deskripsi

ANDRE TAULANY & FRIENDS Di Mana Ada Teman, Di Situ Ada Jalan

Andre Taulany itu tetap sama, baik dahulu maupun sekarang, dia tidak berubah walaupun sudah terkenal. Kalau ada apa-apa dia selalu mau membantu, dan selalu mengingat siapa yang pernah membantu dia. Andre selalu baik ke semua orang dan tetap rendah hati. Itulah kekuatan seorang Andre Taulany.

Pengalaman Andre Taulany yang dituliskan di buku ini, semoga bisa menjadi inspirasi bagi banyak insan. Dari seorang musisi yang bertransformasi menjadi komedian papan atas. Dia berani keluar dari kenyamanan, mencoba sesuatu yang baru, yang kadang orang lain enggan melakukannya.

.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Langit Tak Selalu Biru; Kumpulan Cerita Pendek

Langit Tak Selalu Biru; Kumpulan Cerita Pendek

 

Penulis Felicia, Michelle Kristannia Darwin, dkk
Ukuran 14 x 19 cm
Berat 300 gr
Tebal 186 hlm
Format Softcover
QRCBN 62-675-0133-699
Harga 50.000

 

Deskripsi

Langit Tak Selalu Biru; Kumpulan Cerita Pendek

Sebagaimana judulnya yang menyiratkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya langit yang kita pandang mendung, bahkan gelap. Namun justru di sanalah makna dan pelajaran hidup banyak tersembunyi. Melalui kumpulan cerpen ini, para penulis menghadirkan potret kehidupan yang jujur dan penuh kepekaan—kisah cinta yang tak selalu bahagia, persahabatan yang diuji waktu, hingga pergulatan batin dalam menghadapi kenyataan hidup yang tak terduga.

Buku ini ditujukan bagi siapa pun yang sedang berjalan di lorong-lorong pencarian makna hidup, yang pernah merasa kehilangan, atau tengah berdamai dengan masa lalu. Setiap cerita dalam buku ini berusaha mengajak pembaca untuk merenungi sisi lain kehidupan, merasakan emosi yang mungkin terlupakan, dan menemukan harapan dari hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

5 Tanda Novelmu Siap Diterbitkan

5 Tanda Novelmu Siap Diterbitkan

Pernah nggak sih kamu merasa ragu akan nasib tulisanmu? Pernah nggak mikir-mikir novel yang sudah ditulis itu memang udah siap untuk diterbitkan atau belum? Apakah naskah itu memang sudah layak diterbitkan dalam bentuk buku?

Sebenarnya ada beberapa petunjuk yang bisa membantumu mengidentifikasi siap tidaknya suatu naskah diterbitkan. Berikut lima petunjuk naskah novelmu siap diterbitkan menjadi buku perdana.

  1. Cerita Sudah Selesai Ditulis atau Sudah Tamat

Hal pertama yang bisa menjadi petunjuk bahwa novelmu sudah layak diterbitkan adalah adanya kata tamat di akhir novel tersebut. Cerita yang belum berakhir memang belum bisa dipublikasikan dalam bentuk buku ya gais. Jadi, pastikan kata tamat itu tidak sekadar ada, tapi juga cerita yang ditulis memang sudah berakhir.

  1. Mendapat Respon Positif dari Pembaca Pertama

Seorang penulis disarankan memiliki pembaca pertama. Pembaca pertama mendapat kesempatan membaca karyamu bahkan sebelum disentuh oleh pihak lain seperti editor. Pembaca pertama yang jujur akan memberimu komentar dan masukan yang membangun.

Jika pembaca pertamamu memberi respon positif, ini bisa jadi salah satu tanda bahwa naskahmu siap dikirim ke penerbit. Kalau masih kurang yakin dengan pendapatnya, kamu bisa minta tolong pembaca kedua yang memang bisa kamu percayai. Jika komentarnya juga positif, inilah saatnya kamu mencari penerbit yang tepat.

  1. Tanggapann Oke atas Spoiler Tulisan di Sosmed

Komentar positif dari pembaca pertama bisa saja tidak membuatmu serta merta yakin. Kamu bisa coba memberi bocoran tipis-tipis pada khalayak yang lebih luas. Gunakan sosial mediamu untuk spoiler bakal novelmu. Tentu saja kamu tidak perlu menulis keseluruhan atau membocorkan isi ceritamu. Tujuannya agar orang yang membaca jadi penasaran dan menunggu-nunggu terbitnya novel itu.

Bangun interaksi yang dengan friendlist atau followers-mu. Ini penting untuk penjualan bukumu kelak, baik dengan sistem penerbitan biasa maupun dengan menggunakan print on demand (PoD).

Penting juga untuk kamu ingat bahwa komentar negatif dari satu dua orang tidak berarti tulisanmu buruk. Berpikir bahwa sebuah tulisan itu gagal hanya karena komentar negatif akan mempengaruhi mood menulismu selanjutnya. Amati komentar itu, bisa jadi itu adalah temuan kesalahan yang ada dalam ceritamu. Gunakan hal itu sebagai masukan untuk memperbaiki bakal novelmu.

  1. Sudah Menemukan Penerbit yang Tepat

Kadangkala penerbit bergerak aktif mencari penulis, lho. Jika dirimu termasuk orang yang aktif memanfaatkan sosial media, bukan tidak mungkin penerbit melirikmu dan memberi tawaran penerbitan yang spesial.

Meski begitu, kamu bisa mencermati tawaran penerbitan dari berbagai penerbit. Kamu bisa membandingkan, melihat terbitan terdahulu, dan bertanya pada teman yang telah lebih dulu menulis dan menerbitkan buku.

Kalau sudah merasa menemukan penerbit yang tepat, kamu bisa mulai berdiskusi tentang penerbitan novel perdanamu. Pastikan kamu memahami hal-hal teknis dan menanyakan hal yang masih kurang jelas untuk meminimalkan salah paham.

Oh ya gais, Galuh Patria merupakan salah satu penerbit yang terbuka banget untuk menerbitkan naskah baik dengan sistem royalti maupun PoD. Kami juga menyediakan paket-paket penerbitan, layanan penerbitan yang dilakukan oleh tim profesional kami, dan telah berpengalaman menerbitkan buku-buku fiksi dan non fiksi. Kamu bisa kontak Kak GaPa di 0822-6555-0883 untuk informasi lebih lanjut.

  1. Selesai Diskusi Intens dengan Editor

Setelah menemukan penerbit yang tepat, kamu bisa mulai berdiskusi intens dengan editor. Perhatikan kritik dan saran dari editor. Kamu boleh menyanggah pendapat editor, meski tidak berarti kamu jadi keras kepala ya gais. Jika proses ini sudah selesai, maka calon novel perdanamu siap untuk tahap selanjutnya. Tak lama lagi kamu bisa mendekap ‘anak pertama’mu. Woaaah, selamaaattt.

Nah, gimana nih gais? Udah menemukan lima petunjuk itu belum di calon novelmu? Kalau sudah, tunggu apa lagi, kirim naskahmu ke penerbitgaluhpatria@gmail.com dan cermati kelengkapan syaratnya yaaa.[]

Penulis: Katarina Retno

Review Buku: Lingkungan, Hasrat Manusia, dan Mas Pandu Menuliskannya

Review Buku: Lingkungan, Hasrat Manusia, dan Mas Pandu Menuliskannya

Perbuatan kita merusak lingkungan itulah bencana. Hal mengikutinya hanyalah reaksi alamiah. Alam netral, ia tak membalas. Ia hanya mencari keseimbangannya.

(Saputra, 2023: 5)

___

Turut terlibat dalam “kelahiran” buku pertama tentulah hal yang istimewa. Itu yang kurasakan saat naskah Mas Pandu masuk ke daftar pekerjaanku beberapa bulan lalu.

Tentu saja mencermati tulisan Mas Pandu itu ‘mudah’. Kalimatnya bernas, maksud tulisannya pun jelas. Kalaupun ada selip di sana dan di sini, jumlahnya sangat sedikit. Itu jelas karena jam terbang menulis Mas Pandu yang memang sudah sanggat tinggi.

Pemikiran dan kegelisahan Mas Pandu dituangkan dengan sangat apik di buku ini. Kupikir tulisan-tulisan itu memang hasil sejenak menarik diri saat melihat sesuatu yang tampak biasa dan lumrah. Ini menjadi catatan buat kita tentang cara mencari sudut pandang bahkan ide tulisan.

Buku ini terbagi menjadi tiga bagian: Dari Desa, Ke Kota, dan Untuk Kita. Dari judul tiap bagian saja sudah menunjukkan kejernihan alur berpikir penulisnya. Termasuk juga ajakannya untuk melihat persoalan lingkungan dan hubungannya dengan hasrat manusia. Hasilnya, tulisan dalam buku ini tidak lagi menjadi isu personal tapi juga menyajikan persoalan bersama secara holistik.

Tiap tulisan dalam buku ini pun memiliki benang merah yang bukan sekadar ada. Tapi memang sungguh menjadi roh dalam buku ini. Dan itu merupakan kritik yang disampaikan dengan sangat baik oleh penulisnya.

Mas Pandu melalui Tak Ada Bintang di Angkasa justru mengajak kita kembali melihat semesta dalam perspektif yang lebih luas. Kita diajak merefleksikan hidup yang hiruk pikuk. Dan pada saat yang sama merefleksikan hidup yang sepi, senyap, berjarak dan dingin.

Ya, manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan yang tak terbatas akhirnya hanya menemukan angkasa tanpa bintang. Seserakah itu hingga banyak hal terlewat, tak terawat, dan tak ada kenangan meski sebatas ingatan.

Buku ini menjadi satu buku yang mengajak kita sejenak berhenti. Juga mengajak kita menyadari diri dan semesta. Tak hanya sekadar patut dijadikan teman minum kopi, buku ini bisa dijadikan bahan pemantik diskusi tentang lingkungan dan diri kita sebagai bagian dari dunia yang luas.[]

Saputra, Pandu Wijaya. 2023. Tak Ada Bintang di Angkasa. Yogyakarta: Galuh Patria.
 
Penulis: Katarina Retno
Gurit Dwija Sembada

Gurit Dwija Sembada

 

Penulis Din Utami Nuri, dkk
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 200 gr
Tebal x+ 114 hlm
Format Softcover
ISBN Dalam Proses
Harga 60.000

 

Deskripsi

Gurit Dwija Sembada

Ingkang dadosaken buku menika istimewa inggih menika wontenipun gurit ingkang kaserat mawi aksara Jawa. Ing pangajab, para maos saged pikantuk panglipur mawi wosing gurit ugi saged sinau babagan aksara Jawa.

Kanthi mekaten, basa, sastra, aksara Jawa saged tansah lestari. Mboten kalindih mobah mosiking jaman. Tansah saged dipuntresnani boten namung dening para sepuh, ugi dening para kadang wiranem saha generasi milenial umumipun.

Agunging panuwun dhateng sedaya ingkang sampun paring panyengkuyung. Buku menika tamtu dereng maujud sampurna, pramila panulis nyadhong panyaruwe dhateng para maos ing pangangkah saged mindhak sae. Satuhu dados bombonging raos bilih buku menika saged migunani.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Kumpulan Carita Pondok: Lalajo Pongdut

Kumpulan Carita Pondok: Lalajo Pongdut

 

Penulis Alip Yog Kunandar
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 200 gr
Tebal 132 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-05-1
Harga 45.000

 

Deskripsi

Kumpulan Carita Pondok: Lalajo Pongdut

Buku “Kumpulan Carita Pondok: Lalajo Pongdut” karya Alip Yog Kunandar ini adalah salah satu upaya Penerbit Galuh Patria untuk ikut andil dalam memperkaya khazanah sastra di Bumi Nusantara, khususnya sastra berbahasa daerah yang kian langka, baik terbitannya maupun para penulisnya. Selain berbahasa Sunda seperti dalam karya yang satu ini, kami juga berharap ke depannya akan menerbitkan karya-karya sastra dari berbagai daerah lain dengan bahasa daerahnya masing-masing.

Alip Yog Kunandar sendiri adalah salah satu penulis yang lebih banyak menulis dalam Bahasa Indonesia, baik buku teks maupun sastra. Buku ini adalah buku berbahasa Sunda pertamanya. Cerpen-cerpen yang terkumpul dalam buku ini adalah karya-karyanya yang belum pernah diterbitkan di media manapun.

Tujuan penerbitan buku ini, bukan saja untuk melepaskan dahaga para pecinta sastra Sunda, tapi juga untuk ikut mendorong upaya untuk menggiatkan kembali karya-karya sastra berbahasa daerah. Sekaligus juga menjadi penyemangat bagi para penulis sastra daerah lainnya untuk terus berkarya.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria