Jejak Setapak Menuju Eropa

Jejak Setapak Menuju Eropa

 

Penulis Emil Siska
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 250 gr
Tebal viii+138 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-79-1
Harga 68.000

 

Deskripsi

Jejak Setapak Menuju Eropa

Buku ini dibuat sebagai kenangan perjalanan awal pandemi 2020. Pandemi Covid-19 adalah peristiwa langka alam sejarah kehidupan yang bisa diabadikan melalui catatan perjalanan yang kebetulan bersamaan dengan perjalanan penulis ke Eropa. Ada banyak momen bagian dar pengalaman konkret yang perlu dituangkan ke dalam tulisan. Jika tidak, ia akan hilang dimakan waktu dan berlalu begitu saja.

Begitu banyak hal dalam ingatan. Kiranya jika dirangkum dalam sebuah buku akan menjadi karya yang mudah-mudahan bermanfaat. Tumpukan di memori dan dukungan dari berbagai pihak adalah suntikan kepercayaan diri bahwa siapa saja bisa berkarya dalam menulis.

Dengan bepergian, dan melihat dunia, kita akan menemukan diri yang baru. Dan jangan bertanya pada mereka yang tak pernah beranjak dari rumahnya. Hati-hati dengan dengan perjalanan, karena ia akan membawa diri yang baru.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

nDleming

nDleming

 

Penulis Ronin Sepuh
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 200 gr
Tebal vi+98 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-78-4
Harga 52.000

 

Deskripsi

nDleming

Ndleming dalam kosakata Bahasa Jawa berarti berbicara karepe dhewe, atau ngelantur, yang dalam Bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai berbicara tidak terkontrol. Apakah sang penulis buku ini benar-benar ndleming?

Ndleming di sini merupakan ungkapan yang sangat dalam dan luas maknanya. Saking dalam dan luasnya, buku ini bisa disebut sebagai kritik politik, ekonomi, sosial, dan kritik budaya atau biasa disingkat dengan kritik poleksosbud. Bila perlu bisa ditambah sebagai kritik pertahanan dan keamaman rakyat semesta (hankamrata).

Rasanya tidak berlebihan jika sang penulis adalah manusia jenis kesatu berdasarkan klasifikasi manusia dari Imam Al Ghozali. Imam Al Ghozali mengelompokkan manusia menjadi empat, yakni: (1) Manusia yang tahu bahwa dirinya tahu, (2) Manusia yang tahu bahwa dirinya tidak tahu, (3) Manusia yang tidak tahu bahwa dirinya tahu, dan (4) Manusia yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.

Dari sini tampak jelas bahwa ungkapan ndleming adalah ekspresi merasa tidak mumpuni untuk melontarkan gagasan di depan khalayak, walaupun sejatinya merupakan potret masyarakat senyatanya, yang tidak banyak warga yang mau menuliskannya. Ringkasnya, di samping sebagai kritik poleksosbud, buku ini juga mengajak kita untuk berbuat sesuai dengan tatakrama yang berlaku, dan bukan berbuat semau-maunya. Selamat ndleming!

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Tenang, Semua Ada Jalannya

Tenang, Semua Ada Jalannya

 

Penulis Violetta
Ukuran 13 x 20 cm
Berat 200 gr
Tebal 102 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-67-8
Harga 58.000

 

Deskripsi

Tenang, Semua Ada Jalannya

Sebagai seseorang yang beranjak dewasa sering mengalami jatuh bangun. Saat mengalami tekanan, kegagalan rasanya ingin menyalahkan semua yang ada disekitar kita. Namun kita diajak untuk lebih melihat hal-hal positif sehingga kita mampu untuk lebih bersyukur saat menghadapi kegagalan-kegagalan yang bertubi-tubi.

Buku ini berisikan enam belas bab kumpulan cerita yang tanpa sadar kita temui sehari-hari, namun luput dari pengamatan kita. Mungkin saat kita menghadapi begitu banyak hambatan, dan kegagalan-kegagalan membuat
kita merasa lebih minder untuk bangkit kembali.

Melalui buku ini diharapkan dapat membantu mereka yang mungkin sedang mengalami pahitnya kehidupan ini sehingga dapat semangat untuk menjalani hidup lagi. Bagi mereka yang merasa sedang lelah merasa diberikan kekuatan lagi.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Review Buku: Catatan Kecil untuk Keluarga

Review Buku: Catatan Kecil untuk Keluarga

Aku bangga dan tidak pernah merasa menyesal menjadi ibu rumah tangga. Ini adalah pilihanku dan aku bahagia dengan pilihan ini. (Srie, 2022, p. 43)

Buku ini akhirnya tuntas kubaca setelah beberapa kali terdistraksi dengan bacaan lain ataupun scroll medsos. Syukurlah aku bisa menulis sedikit ulasannya di akhir 2022 dan ‘lunaslah’ janjiku pada diriku sendiri.

Buku ini diterbitkan September 2022 lalu oleh penerbit Galuh Patria. Editor buku ini adalah Mas Bhagas, dan tebal buku 140 halaman.

Buku berisi 24 esai personal ini menawarkan semangat positif buat pembacanya. Kutipan di atas salah satu buktinya. Dan tak hanya itu. Ada kalimat lain yang bener-bener asyik buat dikutip karena mampu menjadi bahan merenung di pergantian tahun ini. Misalnya, di halaman 51, Mbak Wurry menulis: “Bagi yang sedang merawat orang tuanya, berbahagialah, bersyukurlah. Pintu surga ada di depan mata.”

Buku ini memang mengangkat kisah sehari-hari yang tampaknya memang bermuara dari refleksi penulisnya. Bahkan tiga diantaranya merupakan kisah inspiratif (baik yang kisah yang dialami dan diceritakan orang lain kepada Mbak Wurry maupun kisah yang dialami Mbak Wurry).

Opening tulisan Mbak Wurry di buku ini didominasi dengan ilustrasi. Mbak Wurry memberi penjelasan tentang tokoh yang diceritakannya. Hal baik dari tokoh itulah yang kemudian dijabarkan dalam isi tulisan.

Selain dekat dengan peristiwa keseharian penulisnya, buku ini banyak mengangkat tema tentang pengasuhan. Tema terkait pengasuhan itu kemudian ‘diturunkan’ dalam topik terkait pengembangan karakter.

Maka, kutipan pembuka ulasan singkat ini pun kupikir memang bisa menjadi perwakilan keseluruhan tulisan. Mbak Wurry tampak menikmati prosesnya menjadi ibu dan penulis. Meski di tulisan keempat (terutama di halaman 18) aku menangkap sedikit nuansa minder si aku yang diceritakan dalam tulisan itu. Semoga itu bukan penulisnya.

Semangat menulis Mbak Wurry memang tidak main-main tingginya. Buku ini juga menunjukkan hal itu. Dan aku yakin banyak pembaca yang ingin membaca tulisannya yang lain juga bukunya yang lain.

Srie, Wurry. 2022. Catatan Kecil untuk Keluarga. Yogyakarta: Galuh Patria.

*****

Penulis: Katarina Retno.

Budaya & Digitalisasi: Masa Depan Indonesia

Budaya & Digitalisasi: Masa Depan Indonesia

 

Penulis Adha Anggraini, dkk.,
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 250 gr
Tebal 142 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-57-9
Harga 68.000

 

Deskripsi

Budaya & Digitalisasi: Masa Depan Indonesia

Semakin hari, teknologi digital semakin mendisrupsi perilaku masyarakat yang membawa dampak sangat besar dalam mempengaruhi keadaan sosial kita. Perkembangan teknologi digital semakin mempercepat arus globalisasi di mana informasi dari berbagai belahan dunia mampu kita akses dengan leluasa.

Digitalisasi sangat mungkin menjamah semua lini dalam kehidupan kita, dan salah satu area yang paling gencar terjamah oleh teknologi digital ialah lintas budaya (cross culture) Bagaimana masa depan Indonesia di tengah gempuran arus globalisasi & lintas budaya yang semakin gencar di era digital seperti sekarang? Antologi esai-esai ini diciptakan secara eksklusif sedemikian rupa sebagai bentuk perhatian kami terhadap budaya Indonesia di era digital ini.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria