Dalam Kedipan Bintang

Dalam Kedipan Bintang

 

Penulis Tri Widi Astuti
Ukuran 13 x 19 cm
Berat 200 gr
Tebal viii + 56 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-91-3
Harga 40.000

 

Deskripsi

Dalam Kedipan Bintang: Sekumpulan Puisi

Puisi-puisi di dalam buku ini adalah sentuhan hati dan jiwa saya yang merenungi keindahan yang murni dan damai dari alam pedesaan. Setiap bait adalah sepotong pemandangan, diwujudkan melalui kata-kata, yang menjembatani kesenangan mata dengan kedamaian batin.

“Dalam Kedipan Bintang” adalah perjalanan emosional yang mengajak kita untuk menjauh sejenak dari hiruk-pikuk dunia modern dan membenamkan diri dalam suasana yang tenang dan harmonis. Melalui bait-bait puisi ini, Anda akan merasakan jalinan antara manusia dan alam, sebuah hubungan yang terkadang terlupakan dalam keseharian kita yang sibuk.

Puisi-puisi ini adalah nyanyian akan hijau lebat dan warna-warni bunga yang menghiasi ladang terbuka. Mereka adalah sorotan atas matahari terbenam yang memeluk perbukitan, serta pelukis harap-harap cemas kala hujan turun perlahan. Saya ingin mengajak pembaca untuk berjalan melintasi jalan setapak dan merasakan getaran tanah di bawah kaki kita, sambil menghirup aroma tanah yang subur.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Aku, Keluarga, dan Alamku

Aku, Keluarga, dan Alamku

 

Penulis Tri Widi Astuti, S.Pd
Ukuran 13 x 19 cm
Berat 150 gr
Tebal 48 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-54-8
Harga 45.000

 

Deskripsi

Aku, Keluarga, dan Alamku: Kumpulan Puisi

Puisi-puisi ini adalah buah kerinduan akan seluruh keluarga, alam desa, dan perjalanan dunia pendidikan yang telah saya lewati selama ini. Dengan puisi saya bebas mengekspresikan apa yang saya rasakan. Dengan puisi ini pula saya merasa dapat bertumbuh dalam menulis.

Hijaumu Nan Menawan

Tiap kubuka tirai jendela
Terpampang hamparan tertata
Indah penuh daya pesona
Bagai impian di taman surga

Bentangan hijau nan luas
Membuai mata memandang lepas
Tanpa terhalang jauhnya batas
Memanggil jiwa petani tuk bergegas

Meski siang datang membayang
Hijaumu berteduh dibawah payungan awan
Sesekali menari saat terpaan angin datang
Membuat jiwa dipenuhi sesak kekaguman

Saat hijaumu tergantikan kekuningan
Kawanan pipit pun datang ingin merasakan
Untaian bulir-bulirmu yang tertunduk menawan
Namun mereka tersentak halauan suara perawan

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria