Buk Geriul

Buk Geriul

 

Penulis Rusmin Sopian
Ukuran 13 x 19 cm
Berat 200 gr
Tebal 120 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-87-7
Harga 60.000

 

Deskripsi

Buk Geriul

Siapa itu Buk Geriul? Ia terkenal di kampung karena hobinya berceloteh dan berkelakar. Tapi tunggu dulu… jangan langsung percaya! Cerita-cerita Buk Geriul sering kali kacau, lucu, dan penuh omongan yang ngelantur ke mana-mana. Kadang terdengar meyakinkan, tapi ternyata tidak benar sama sekali!

Dari kisah-kisah lokal Toboali, Bangka Selatan, hadir cerita yang menghibur sekaligus mengajak anak-anak untuk berpikir lebih cermat. Melalui tingkah Buk Geriul yang unik dan menggelitik, anak-anak belajar bahwa tidak semua yang didengar itu benar, dan penting untuk bersikap jujur serta bijak dalam berkata-kata.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Lawang Uma

Lawang Uma

 

Penulis R. Pradipta
Ukuran 13 x 19cm
Berat 250 gr
Tebal 126 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-71-6
Harga 58.000

 

Deskripsi

Lawang Uma

Lawang Uma berasal dari bahasa Toboali Bangka Selatan berarti Pintu Rumah. Setiap pintu rumah menyimpan kisah. Tawa yang pernah pecah di ruang makan, doa yang lirih terucap di malam sunyi, hingga rahasia yang diam-diam menyesakkan dada.

Buku ini adalah kumpulan cerpen tentang pintu-pintu kehidupan yang saya temui. Pintu kelas, pintu kantor, pintu warung kopi, bahkan pintu hati. Di balik semuanya, ada kisah manusia yang sederhana, namun begitu dekat dengan kita.

Lawang Uma mengajak Anda untuk melangkah perlahan, masuk ke dalam rumah kata, dan menemukan bahwa mungkin, salah satu pintu itu adalah milik Anda sendiri.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Pembulak

Pembulak

 

Penulis Rusmin Sopian
Ukuran 13 x 19 cm
Berat 250 gr
Tebal 156 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-61-7
Harga 60.000

 

Deskripsi

Pembulak

Buku kumpulan cerpen Pembulak menghadirkan potret kehidupan masyarakat dengan nuansa khas Toboali, Bangka Selatan. Dengan diselipi penggunaan bahasa daerah yang autentik dan penuh warna, buku ini menjadi upaya nyata dalam melestarikan bahasa lokal yang kini kian jarang digunakan.

Tak sekadar menyajikan cerita, cerpen-cerpen dalam Pembulak juga menyuarakan kritik sosial dan politik yang tajam namun puitis—tentang ketimpangan, ketidakadilan, dan pergulatan rakyat kecil menghadapi perubahan zaman. Di antara percakapan sederhana, tersimpan makna yang mendalam tentang jati diri, perlawanan, dan harapan.

Pembulak bukan hanya kumpulan cerita—ia adalah suara budaya, ingatan kolektif, dan cermin kondisi bangsa yang dibingkai dalam bahasa dan rasa yang tak lekang waktu.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria