Menanam Nilai Karakter Tanggung Jawab Sosial Melalui Eksplorasi Sejarah dan Proyek Inovatif di Bidang Pertanian

Menanam Nilai Karakter Tanggung Jawab Sosial Melalui Eksplorasi Sejarah dan Proyek Inovatif di Bidang Pertanian

 

Penulis Ignatius Kevin Susanto dan Gregorius Ari Nugrahanta
Ukuran 21×29 cm
Berat 350 gr
Tebal x+205 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-62-4 (PDF)
Harga 89.000

 

Deskripsi

Menanam Nilai Karakter Tanggung Jawab Sosial Melalui Eksplorasi Sejarah dan Proyek Inovatif di Bidang Pertanian

Buku “Menanam Nilai Karakter Tanggung Jawab Sosial” bukan sekadar buku pembelajaran biasa, tetapi sebuah panduan komprehensif yang dirancang untuk membantu anak-anak memahami konsep alat produksi dan konsumsi di bidang pertanian melalui pendekatan Project-Basic Learning. Buku ini mengajak anak-anak untuk tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mengalami langsung bagaimana alat-alat pertanian bekerja dengan membuat miniatur dari bahan sederhana. Dengan metode ini, anak-anak memperoleh wawasan mengenai perkembanagn teknologi pertanian, sekaligus melatih kreativitas, keterampilan motorik halus dan kerja sama dalam kelompok.

Buku ini disusun dalam rangka mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kolaborasi. Proses pembelajaran dalam buku ini menggabungkan eksplorasi sejarah, inovasi teknologi, dan pendidikan karakter, khususnya dalam membangun sikap tanggung jawab sosial. Setiap proyek dalam buku ini mengajak anak untuk berpikir, merancang dan membuat, sehingga mereka dapat memahami keterkaitan antara ilmu pengetahuan, teknologi, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Ruang Untukku: Kumpulan Kisah Hidup Penyandang Cerebral Palsy

Ruang Untukku: Kumpulan Kisah Hidup Penyandang Cerebral Palsy

 

Penulis Isti Muhkaromah, dkk.
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 250 gr
Tebal 196 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-63-0
Harga 78.000

 

Deskripsi

Ruang Untukku: Kumpulan Kisah Hidup Penyandang Cerebral Palsy

Buku ini terdiri dari 16 kisah penyandang disabilitas Cerebral Palsy (CP) dan Post Brain Injury. Ditulis berdasarkan perjalanan hidup mereka. Mulai dari masa kecil, pendidikan, pekerjaan, pernikahan, dan pengalaman menjadi orangtua, serta bagaimana mereka mengatasi dan memecahkan masalah di setiap tahap kehidupan.

Dia terlahir prematur, mengakibatkan tumbuhh kembangnya tidak sama dengan anak-anak pada umumnya. Dia menjalani berbagai terapi hingga SMP. Dia di bully oleh tetangganya. Mereka berteriak: "Hai bodoh!" Dia mulai belajar di sekolah umum. Sayangnya, mayoritas guru berpikir bahwa dia tidak bisa mengikuti proses pembelajaran. Jadi, dia pindah ke SLB untuk disabilitas intelektual pada usia 6 tahun.

Hal itu membuatnya merasa bosan karena materi pembelajaran yang diajarkan selalu sama Cemoohan semakin parah di SMP, seperti teriakan: “Lihat! Monyet itu berjalan.” Keadaan menjadi lebih baik di SMA Dia mulai menikmati dunia perkuliahan Dia ingin menjadi pengusaha. Oleh karena itu, dia bekerja keras untuk menyelesaikan studinya yang ternyata semangatnya yang menggebu saat itu adalah tanda bahwa orang tuanya akan meninggal. Kini ia lebih memilih hidup sendiri sambil melanjutkan bisnis keluarga.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Batin Tikal, Pejuang dari Kampung Gudang

Batin Tikal, Pejuang dari Kampung Gudang

 

Penulis Akhmad Elvian
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 250 gr
Tebal 114 hlm
Format Softcover
ISBN
978-623-5663-62-3
Harga 58.000

 

Deskripsi

Batin Tikal, Pejuang dari Kampung Gudang

Batin dan Depati adalah jabatan tertinggi dalam struktur kemasyarakatan di pulau Bangka yang dijabat oleh pribumi Bangka. Mereka adalah penguasa-penguasa tradisional lokal yang menjalankan sistem politik, sistem pemerintahan, sistem hukum, budaya, serta adat istiadat kebiasaan setempat yang berlaku di masing-masing wilayahnya. Ketika Bangsa asing kulit putih datang ke pulau Bangka sekitar awal abad 19 Masehi (bangsa Inggris dan Belanda), merekapun bertemu dan berhadapan dengan para batin dan depati sebagai penguasa lokal tradisional di pulau
Bangka.

Fakta-fakta historis umumnya menunjukkan, bahwa perlawanan rakyat merupakan gerakan sosial dan moral serta digerakkan secara rasional oleh pemimpin-pemimpinnya untuk mengubah situasi yang penuh dengan penderitaan, kesengsaraan, kelaliman, ketidakadilan, serta ketidakpastian. Sifat perlawanan rakyat umumnya masih kedaerahan dan belum terorganisir dengan baik, kemudian perlawanan sangat tergantung kepada figur pemimpin sentral.

Perlawanan rakyat Bangka yang dipimpin Batin Tikal menentang bangsa asing kulit putih adalah perjuangan yang cukup panjang, sejak Tahun 1819 hingga 1829, bersamaan dengan perlawanan yang dipimpin oleh Depati Bahrin, kemudian perlawanan sempat terhenti karena perundingan Bahrin dengan Belanda (Tahun 1828), dan kemudian perlawanan Batin Tikal kembali menghiasi laporan dan catatan Belanda sekitar Tahun 1850 dan 1851 Masehi, atau pada saat masa-masa akhir perlawanan rakyat Bangka dipimpin oleh Depati Amir (Tahun 1851).

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria