Overtourism di Bali: Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Tersisih?

Overtourism di Bali: Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Tersisih?

 

Penulis Drs. I Nengah Suardhana, M.Pd., dkk
Ukuran 14×21 cm
Berat 150 gr
Tebal x+157 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-64-8
Harga 65.000

 

Deskripsi

Overtourism di Bali: Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Tersisih?

Tulisan ini merupakan upaya reflektif dan kritis terhadap dinamika pariwisata di Bali yang sarat paradoks. Di satu sisi, pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi daerah— mendongkrak pendapatan, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan lokal. Namun di sisi lain, masyarakat Bali justru menghadapi tekanan sosial dan ekologis yang semakin berat: krisis air bersih, kemacetan lalu lintas, akumulasi sampah, kenaikan harga tanah dan kebutuhan pokok, serta tergesernya nilai-nilai budaya dan spiritual yang dahulu dijunjung tinggi.

Dengan membaca buku ini pembaca diajak untuk menyelami lapisan-lapisan persoalan yang kompleks, sekaligus menyadari bahwa solusi terhadap overtourism tidak bisa bersifat tambal sulam. Dibutuhkan langkah strategis dan berkelanjutan: moratorium pembangunan hotel, pengembangan destinasi alternatif, edukasi wisatawan, pelibatan masyarakat lokal, hingga perumusan regulasi berbasis daya dukung nyata. Penekanan penting juga perlu diberikan pada keseimbangan wilayah antara Bali Selatan yang padat dan Bali Utara yang masih tertinggal.

.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Model Pemberdayaan Lokal dalam Pariwisata Nusa Penida

Model Pemberdayaan Lokal dalam Pariwisata Nusa Penida

 

Penulis Prof. Dr. Drs. I Made Sumada, M.M., M.Si.
Ukuran 14×21 cm
Berat 150 gr
Tebal 84 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-65-5
Harga 50.000

 

Deskripsi

Model Pemberdayaan Lokal dalam Pariwisata Nusa Penida

Di tengah perubahan global dan tekanan terhadap keberlanjutan, pariwisata tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai alat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan sosial. Nusa Penida, sebagai kawasan kepulauan dengan potensi alam dan budaya yang besar, menunjukkan dinamika menarik dalam hal ini. Kehadiran wisatawan dalam jumlah besar menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga, namun sekaligus menuntut tata kelola yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan menyoroti praktik pemberdayaan masyarakat di Nusa Penida sebagai studi kasus, buku ini diharapkan bisa memberi sumbangsih pemikiran dan wawasan untuk pengembangan model pembangunan yang lebih adil, partisipatif, dan berbasis kekuatan lokal di berbagai daerah lain di Indonesia.

.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria