New Public Sphere dalam Kampanye Lingkungan Melalui Media Sosial

New Public Sphere dalam Kampanye Lingkungan Melalui Media Sosial

New Public Sphere dalam Kampanye Lingkungan Melalui Media Sosial

Penulis: Prima Yustitia Nurul Islami & Nada Arina Romli

Teknologi dan New Public Sphere
Teknologi mengalami perkembangan yang pesat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, dan internet menjadi teknologi yang mendorong transformasi pola komunikasi dalam masyarakat saat ini (Sari et al., 2018). Salah satu media dalam komunikasi dengan bantuan teknologi dan internet adalah media sosial. Media sosial merupakan platform media yang berfokus pada keberadan pengguna dan proses memfasilitasi berbagai kegiatan manusia berupa komunikasi sederhana hingga proses membangun opini masyarakat (publik) (A. C. Sari et al., 2018).

Media sosial di Indonesia digunakan oleh semua lapisan masyarakat sebagai salah satu alat komunikasi hingga saat ini (Mansyur, 2018). Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada periode 2022-2023 mencapai 215,63 juta orang dengan rata rata penggunaan internet selama 7 jam 42 menit dalam sehari. Data tersebut juga menunjukkan bahwa teknologi telepon genggam (ponsel) merupakan mayoritas teknologi yang digunakan untuk mengakses internet.

 

“Adanya new public shpere menjadi titik awal isu isu penting dapat memiliki ruang untuk diperjuangkan, diperhatikan dan diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebijakan melalui ruang ruang digital tersebut.”

 

Preview artikel ini dapat dibaca di sini

Citation:

Islami, Prima Yustitia Nurul dan Nada Arina Romli. “New Public Sphere dalam Kampanye Lingkungan Melalui Media Sosial“ dalam Kunandar, et. al. Digital Disturbia: Hiruk-Pikuk Digitalisasi Komunikasi. Yogyakarta: Galuh Patria. pp 139-154.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria