Serumpun Kisah dalam Sunyi

Serumpun Kisah dalam Sunyi

 

Penulis Wurry Srie
Ukuran 13 x 19 cm
Berat 250 gr
Tebal vi+128hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-82-2
Harga 70.000

 

Deskripsi

Serumpun Kisah dalam Sunyi

Buku ini adalah sekumpulan esai-esai yang ditulis seorang perempuan dengan tema seputar keluarga yang dekat dengan kehidupan kita semua. Melalui kisah-kisah sederhana Wurri Srie menghadirkan potret kehidupan keluarga, perempuan, anak, dan relasi sosial dengan bahasa yang tenang namun menghunjam. Ia tidak berteriak, tetapi setiap kisahnya menggugah, seolah mengajak pembaca duduk diam, lalu bercermin.

Kekuatan buku ini terletak pada empatinya. Penulis mampu merawat luka-luka sosial, tentang kekerasan, pengabaian, sunyi dalam rumah tangga, hingga rapuhnya nilai kemanusiaan, tanpa menggurui, tanpa menghakimi. Setiap esai terasa seperti bisikan hati yang jujur, lahir dari pengalaman dan perenungan panjang. Ini bukan sekadar bacaan ringan, melainkan pengingat. Bahwa kata-kata bisa menjadi pelukan, keheningan bisa mematikan, dan kemanusiaan harus terus diperjuangkan, mulai dari rumah sendiri. Sebuah karya yang layak dibaca perlahan, direnungi, dan diwariskan sebagai suara nurani di tengah zaman yang kerap bising namun kehilangan empati.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Aku, Keluarga, dan Alamku

Aku, Keluarga, dan Alamku

 

Penulis Tri Widi Astuti, S.Pd
Ukuran 13 x 19 cm
Berat 150 gr
Tebal 48 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-54-8
Harga 45.000

 

Deskripsi

Aku, Keluarga, dan Alamku: Kumpulan Puisi

Puisi-puisi ini adalah buah kerinduan akan seluruh keluarga, alam desa, dan perjalanan dunia pendidikan yang telah saya lewati selama ini. Dengan puisi saya bebas mengekspresikan apa yang saya rasakan. Dengan puisi ini pula saya merasa dapat bertumbuh dalam menulis.

Hijaumu Nan Menawan

Tiap kubuka tirai jendela
Terpampang hamparan tertata
Indah penuh daya pesona
Bagai impian di taman surga

Bentangan hijau nan luas
Membuai mata memandang lepas
Tanpa terhalang jauhnya batas
Memanggil jiwa petani tuk bergegas

Meski siang datang membayang
Hijaumu berteduh dibawah payungan awan
Sesekali menari saat terpaan angin datang
Membuat jiwa dipenuhi sesak kekaguman

Saat hijaumu tergantikan kekuningan
Kawanan pipit pun datang ingin merasakan
Untaian bulir-bulirmu yang tertunduk menawan
Namun mereka tersentak halauan suara perawan

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria