Indonesiaku Kaya Hayatinya

Indonesiaku Kaya Hayatinya

 

Penulis Tiya Permana Putri, Ryzal Perdana, Fatkhur Rohman, Pramudiyanti
Ukuran 20×28 cm
Berat 250 gr
Tebal 38 hlm
Format Softcover Fullcolor
ISBN 978-623-8454-57-0
Harga 85.000

 

Deskripsi

Indonesiaku Kaya Hayatinya

Buku “Indonesiaku Kaya Hayatinya” ini hadir untuk mengenalkan keanekaragamanhayati Indonesia kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan mudahdipahami. Disusun dengan pendekatan etnosains, buku ini mengajak anak-anak menjelajahi flora dan fauna khas dari berbagai wilayah Indonesia, memahamimanfaatnya bagi kehidupan, serta pentingnya menjaga dan melestarikan kekayaanalam yang kita miliki.

Dengan bahasa yang sederhana, ilustrasi menarik, dan dilengkapi soal-soal latihan disetiap bab, buku ini membantu anak memahami konsep ilmu pengetahuan alam dansosial secara kontekstual dan dekat dengan budaya lokal. Selain itu buku ini disusundengan pendekatan yang berpusat pada anak yang mengintegrasikan etnosainsyang relevan dengan materi, serta dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas yangmenstimulasi keterampilan berpikir kritis dan kreatif anak.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

DIGITAL DISTURBIA: Hiruk-Pikuk Digitalisasi Komunikasi

DIGITAL DISTURBIA: Hiruk-Pikuk Digitalisasi Komunikasi

 

Penulis Alip Yog Kunandar, dkk
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 250 gr
Tebal 212 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-15-0
Harga 80.000

 

Deskripsi

DIGITAL DISTURBIA: Hiruk-Pikuk Digitalisasi Komunikasi

Nyaris tak ada satupun aspek dalam kehidupan manusia modern saat ini yang tak tersentuh digitalisasi. Apalagi dalam hal komunikasi manusia. Ramalan Marshall McLuhan mengenai sebuah Desa Global (Global Village), bukan lagi sebuah ramalan tapi kenyataan. Memang bukan dalam bentuk fisik, tapi sebuah metafora. Dalam sebuah desa (nyata), jarak fisik bukan halangan, komunikasi sangat mudah, orang-orang bisa mengenal satu dengan lainnya, dan kabar apapun dari salah satu penghuninya bisa dengan cepat diketahui oleh warga desa lainnya.

Dalam gambaran metafora Desa Global, jarak fisik memang masih menjadi masalah meski sudah dipermudah dengan berbagai teknologi lainnya, khususnya teknologi di bidang transportasi yang bisa memangkas waktu perjalanan. Akan tetapi hal lainnya sudah hampir mendekati. Orang bisa bercakap-cakap dengan orang lain di belahan dunia lain dalam waktu nyata (real time), bukan lagi hanya saling mendengar suara, tapi juga bisa saling memandang. Orang bisa mengenal orang lain di pelosok bumi lain tanpa harus pernah bertemu sebelumnya, dan setelah itu bisa melakukan kegiatan bersama, dari belajar, niaga, atau bahkan asmara.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria