Berek Bangka Selatan Bekisoh “Ikan Hemilang Sakti”

Berek Bangka Selatan Bekisoh “Ikan Hemilang Sakti”

 

Penulis Aridho dan Rafel Aditya
Ukuran 13 x 19 cm
Berat 200 gr
Tebal 124 hlm
Format Softcover
ISBN Dalam Proses
Harga 55.000

 

Deskripsi

Berek Bangka Selatan Bekisoh “Ikan Hemilang Sakti”

Di Pulau Bangka, di Kampung Batu Perahu, ade berik bename Jep. Jep ni berik yang rajen dalam idop e. Die maju nulong ayah e yang jadi nelayan di kampong to. Men tengah libor, Jep ne pasti gi ke laot ken ayah e. Ayah e lah lame jadi nelayan, neruske gawe ayah e uge dulok to. Keluargo Jep ne dak telalu lah berade. Tapi mun tok makan adelah hiket-hiket. Jep ne kadeng-kadeng diulok oleh kanti e yang laen. Segeh isek Jep ne item macem dak mandik beari-ari. Die dak hangat ngerawat badan e, macem to uge ayah ken mak e. Mak e uge biase begawe nulong urang laen muet belacan.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Siluet Cinta Sang Bintang Kejora

Siluet Cinta Sang Bintang Kejora

 

Penulis Anggie D. Widowati
Ukuran 13 x 19 cm
Berat 200 gr
Tebal viii+360 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-45-7
Harga 90.000

 

Deskripsi

Siluet Cinta Sang Bintang Kejora

Kehidupan sebagai penari penuh dengan suka dan duka. Berhadapan dengan kaum agamis yang kolot dan masyarakat yang mudah mencemooh. Namun, biasanya para penghibur ini dekat dengan penguasa. Karena kondisi ini, Naning harus kehilangan cinta pertamanya dan mendekam di penjara karena terkait dengan kasus suap.

Bagaimana semua itu bisa terjadi? Siapa yang ada dibalik semua ini?

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Hikmah Tersembunyi di Setiap Petualangan

Hikmah Tersembunyi di Setiap Petualangan

 

Penulis Sutiono
Ukuran 13 x 19 cm
Berat 200 gr
Tebal 88 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-38-9
Harga 50.000

 

Deskripsi

Hikmah Tersembunyi di Setiap Petualangan

Buku ini berisi sepuluh cerita pendek yang mengangkat tema petualangan, kebijaksanaan, dan hubungan manusia dengan alam. Setiap cerpen dalam kumpulan ini diolah dengan penuh cinta, menghadirkan alur cerita yang tidak hanya menghibur tetapi juga menyentuh sisi terdalam hati pembaca.

Pembaca akan diajak menjelajahi samudra luas bersama legenda Sang Kapten Gusmao, memahami nilai-nilai kehidupan dari kebijaksanaan seorang Datuk, hingga merasakan tantangan mendaki gunung Dempo yang penuh ketegangan dan liku. Dan cerita lainnya, seperti sungai yang menghidupkan dan Sang Penjaga Terumbu Karang, mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkuangan. Tidak ketinggalan, kisah perjalanan di hutan rimba membawa pembaca pada refleksi tentang keberanian, cinta keluarga, dan makna kembali ke rumah.

Harapan kami, kumpulan cerpen ini dapat memberikan inspirasi, motivasi, serta menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai Kerjasama, arti persahabatan, kebijaksanaan, keberanian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan yang berwawasan pembangunan berkelanjutan. Setiap cerita dirangkai untuk mengajak pembaca merenungi arti kehidupan dalam berbagai aspek.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Pancarona

Pancarona

 

Penulis Novenda Fitrianti, Yulianti Tan, Aorisha, Brenda Lorentz, Shierly, Sakurann, Ellena Effendy, Felicia, Hellen Wijaya
Ukuran 13 x 19 cm
Berat 200 gr
Tebal 84 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-35-8
Harga 50.000

 

Deskripsi

Pancarona; kumpulan cerita pendek

Seperti namanya, Pancarona memancarkan beragam warna kehidupan—kumpulan kisah yang penuh warna dan makna, mencakup tema cinta, persahabata, hingga isu-isu sosial yang mengena.

Kumpulan cerpen ini menghadirkan ragam warna kehidupan dengan sentuhan yang jujur dan penuh makna. Ditulis oleh beberapa penulis berbakat, Pancarona mengajak pembaca menyelami perasaan, renungan, dan dinamika emosi yang kerap kita alami dalam perjalanan hidup.

Bagi Anda yang mencari kisah-kisah yang penuh inspirasi, kehangatan, dan refleksi tentang hidup, cinta, dan persahabatan—Pancarona siap menjadi teman yang setia, mengisi hari-hari Anda dengan cerita-cerita yang tak terlupakan.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Rumah Kardus Ceria: Kumpulan Cerita Pendek dan Tips Menulis Cerpen dengan 5 Pendidikan Karakter (Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, Integritas)

Rumah Kardus Ceria: Kumpulan Cerita Pendek dan Tips Menulis Cerpen dengan 5 Pendidikan Karakter (Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, Integritas)

 

Penulis Albertus Kristianta Wicaksana dan Agustina Wahyu Utami
Ukuran 13 x 20 cm
Berat 200 gr
Tebal 92 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-29-7
Harga 50.000

 

Deskripsi

Rumah Kardus Ceria: Kumpulan Cerita Pendek dan Tips Menulis Cerpen dengan 5 Pendidikan Karakter (Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, Integritas)

Menulis cerita pendek itu gampang-gampang susah. Apalagi cerpen yang dapat memasukan nilai-nilai positif di dalamnya. Diksi, konflik, sudut pandang cerita agar dapat diterima oleh pembaca. Kumpulan cerita pendek ini ditujukan untuk anak-anak sekolah dasar dan pada setiap cerita tersirat nilai-nilai positif. Nilai-nilai tersebut penulis ambilkan dari lima nilai pendidikan karakter. Nilai-nilai tersebut diantaranya Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotongroyong, dan Integritas. Setiap cerita berisi pengembangan satu nilai pendidikan karakter.

Selain menonjolkan lima nilai pendidikan karakter, penulis juga menyajikan kekayaan konflik, setting, gaya tutur. Cerita pendek ini juga diangkat dari cerita-cerita nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu cerpen ini merupakan sajian yang tentu saja akan dinikmati terkhusus anak-anak sekolah dasar.

Maka ibarat memasuki peperangan, kumpulan cerita pendek dan tips menuslis cerpen ini merupakan sebuah senjata yang dapat melawan arus globalisasi yang tidak terkendali. Semoga tujuan dalam penanaman pendidikan karakter dapat tercapai. Salam literasi

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Gurit Dwija Sembada

Gurit Dwija Sembada

 

Penulis Din Utami Nuri, dkk
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 200 gr
Tebal x+ 114 hlm
Format Softcover
ISBN Dalam Proses
Harga 60.000

 

Deskripsi

Gurit Dwija Sembada

Ingkang dadosaken buku menika istimewa inggih menika wontenipun gurit ingkang kaserat mawi aksara Jawa. Ing pangajab, para maos saged pikantuk panglipur mawi wosing gurit ugi saged sinau babagan aksara Jawa.

Kanthi mekaten, basa, sastra, aksara Jawa saged tansah lestari. Mboten kalindih mobah mosiking jaman. Tansah saged dipuntresnani boten namung dening para sepuh, ugi dening para kadang wiranem saha generasi milenial umumipun.

Agunging panuwun dhateng sedaya ingkang sampun paring panyengkuyung. Buku menika tamtu dereng maujud sampurna, pramila panulis nyadhong panyaruwe dhateng para maos ing pangangkah saged mindhak sae. Satuhu dados bombonging raos bilih buku menika saged migunani.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Kumpulan Carita Pondok: Lalajo Pongdut

Kumpulan Carita Pondok: Lalajo Pongdut

 

Penulis Alip Yog Kunandar
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 200 gr
Tebal 132 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-05-1
Harga 45.000

 

Deskripsi

Kumpulan Carita Pondok: Lalajo Pongdut

Buku “Kumpulan Carita Pondok: Lalajo Pongdut” karya Alip Yog Kunandar ini adalah salah satu upaya Penerbit Galuh Patria untuk ikut andil dalam memperkaya khazanah sastra di Bumi Nusantara, khususnya sastra berbahasa daerah yang kian langka, baik terbitannya maupun para penulisnya. Selain berbahasa Sunda seperti dalam karya yang satu ini, kami juga berharap ke depannya akan menerbitkan karya-karya sastra dari berbagai daerah lain dengan bahasa daerahnya masing-masing.

Alip Yog Kunandar sendiri adalah salah satu penulis yang lebih banyak menulis dalam Bahasa Indonesia, baik buku teks maupun sastra. Buku ini adalah buku berbahasa Sunda pertamanya. Cerpen-cerpen yang terkumpul dalam buku ini adalah karya-karyanya yang belum pernah diterbitkan di media manapun.

Tujuan penerbitan buku ini, bukan saja untuk melepaskan dahaga para pecinta sastra Sunda, tapi juga untuk ikut mendorong upaya untuk menggiatkan kembali karya-karya sastra berbahasa daerah. Sekaligus juga menjadi penyemangat bagi para penulis sastra daerah lainnya untuk terus berkarya.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Kanyaah Nu Kari Sakeclak

Kanyaah Nu Kari Sakeclak

 

Penulis Eli Rusli
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 200 gr
Tebal vi + 116 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-8454-03-7
Harga 40.000

 

Deskripsi

Kumpulan Carita Pondok: Kanyaah Nu Kari Sakeclak

Buku “Kumpulan Carita Pondok: Kanyaah Nu Kari Sakeclak” karya Eli Rusli ini adalah salah satu upaya Penerbit Galuh Patria untuk ikut andil dalam memperkaya khazanah sastra di Bumi Nusantara, khususnya sastra berbahasa daerah yang kian langka, baik terbitannya maupun para penulisnya. Selain berbahasa Sunda seperti dalam karya yang satu ini, kami juga berharap ke depannya akan menerbitkan karya-karya sastra dari berbagai daerah lain dengan bahasa daerahnya masing-masing.

Eli Rusli sendiri adalah salah satu penulis sastra, khususnya berbahasa Sunda yang cukup produktif. Karya-karyanya tersebar di berbagai media seperti Pikiran Rakyat, Mangle, Galura, Galamedia dan banyak lainnya. Cerpen-cerpen yang terkumpul dalam buku ini adalah karya-karyanya yang sebagian besar sudah diterbitkan. Tujuannya bukan saja untuk melepaskan dahaga para pecinta sastra Sunda, tapi juga untuk ikut mendokumentasikan karya-karyanya ini agar lebih lestari. Sekaligus juga menjadi penyemangat bagi para penulis sastra daerah lainnya untuk terus berkarya.

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Tiga Menit Hening

Tiga Menit Hening

 

Penulis Sheila Fiorencia Caroline
Ukuran 14 x 20 cm
Berat 250 gr
Tebal vi + 116 hlm
Format Softcover
ISBN 978-623-5663-89-0
Harga 60.000

 

Deskripsi

Tiga Menit Hening: Kumpulan Cerita Pendek

Saat kita melangkah ke dalam dunia kata-kata, menyusuri laman-laman cerita, dan mengembara jauh ke dalam khayalan. Setiap cerpen di dalam buku ini adalah serpihan imaji, ciptaan dari penulis yang mempersembahkan kepekaan dan kreativitas mereka. Dengan setiap halaman yang Anda baca, kami berharap Anda dapat terhanyut ke dalam aliran cerita yang memikat, menyelami perasaan tiap karakter, dan merenungi makna di balik kata-kata.

Setiap cerita menggambarkan keberagaman cerita manusia, menyuguhkan potret-potret kehidupan yang memukau dan meresap ke dalam jiwa. Di dalamnya, Anda akan menemukan liku-liku cinta yang menyentuh, pertemanan yang menggetarkan, keberanian yang menginspirasi, serta beragam emosi dan konflik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kehidupan.

Buku ini bukan hanya sekadar kumpulan kata, tetapi sejatinya adalah penjelajahan batin, mengajak kita merenung dan meresapi makna di balik setiap kata dan kalimat. Sebagai penulis, kami percaya bahwa setiap cerita memiliki kekuatan untuk mengubah pandangan dan meningkatkan pemahaman kita tentang dunia, tentang diri kita sendiri, dan tentang sesama.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Tema: Satu Unsur Pembangun Cerita

Tema: Satu Unsur Pembangun Cerita

#Seri Menulis Cerpen Ala Katarina Retno

Ketika saya memberi pelatihan menulis cerpen, biasanya para penulis pemula mengatakan kesulitan mencari ide. Mereka tidak tahu mesti menggarap tema yang cocok untuk mereka. Padahal kejadian sehari-hari sangatlah mungkin diangkat menjadi sebuah cerita. 

Persoalannya adalah gengsi. Kita memang hidup di tempat segala hal dikotak-kotakkan. Orang menilai karya dengan tema A adalah karya sastra yang baik. Sebaliknya tema B bukan karya yang baik. 

Misalnya, orang menilai tema-tema perdamaian dunia dianggap lebih baik atau lebih mulia dari tema rumah tangga. Padahal persoalan dunia bisa saja dimulai dari persoalan rumah tangga.

Di sisi lain penulis merasa ide mereka tidak orisinil. Memang harus diakui bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar baru di dunia ini. Segala yang kita pikir baru, bisa saja merupakan sesuatu yang lama bahkan usang bagi orang lain. Hal itu dikarenakan pemikiran manusia yang dinamis. Segala hal yang dialaminya, termasuk apa yang dibacanya, menambah pengetahuan. Nah, pengetahuan inilah yang kemudian membuat seseorang bisa saja lebih dulu memikirkan apa yang baru saja kita pikirkan. 

Pada akhirnya, pemikiran dan kecemasan itu membuat para penulis pemula tidak jadi menulis. Mereka lalu sibuk galau dan mencari-cari ide. Ujung-ujungnya memaksakan diri menulis sesuatu yang di luar jangkauan nalarnya sendiri. Bisa ditebak akhirnya cerita itu memiliki banyak lubang yang mesti ditambal. Ya, kalau si penulis itu cukup sabar dan mau mengevaluasi tulisannya sih tidak masalah. 

Harus diakui tidak banyak penulis pemula yang rendah hati. Mereka tidak melihat kembali tulisannya. Akhirnya mereka ya stagnan di tulisan yang begitu-begitu saja. Bahkan bisa jadi mengulang kesalahan yang sama. 

Padahal tema hanyalah satu dari delapan unsur pembangun cerita. Kita bisa mengembangkan tokoh dan penokohan yang kuat. Kita bisa mengolah konflik dengan mencermati dan ‘mempermainkan’ plot cerita. 

Tidak hanya itu, kita juga bisa bereksperimen dengan gaya bahasa. Itu tidak dimaksudkan dengan mencampuradukkan istilah-istilah tidak pada tempatnya secara brutal ya. Eksperimen tentu saja sangat diijinkan. Namun tetap patokannya adalah tulisan itu, dalam hal ini cerpen kita, memiliki nilai estetika dan kegunaan.

Lalu tema apa sih yang bisa diangkat dalam cerita pendek kita? Sebenarnya hal yang kita alami, pengamatan keseharian kita pun bisa menjadi bahan utama cerita kita. Satu yang pasti bahan bakar penulis itu adalah kegelisahan. Jadi, temukan kegelisahan Anda itu. Apa yang membuat Anda resah? Apa yang ingin Anda tanyakan dan cari tahu jawabannya? Lalu tanyakan pada diri Anda sendiri, jika itu dibuat kronologi ala Anda jadinya seperti apa?

Jika sewaktu-waktu ide menulis cerita itu terasa buntu, pancinglah dengan melakukan hal yang memang Anda sukai. Misalnya Anda suka makan. Coba pergilah membeli makanan yang Anda sukai itu. Cermati teksturnya. Nikmati rasanya. Coba hirup aromanya. Pastikan Anda menyerap itu semua secara perlahan. 

Lalu pikirkanlah proses pembuatannya. Misalnya salah satu bahan diganti apakah rasanya akan lebih baik, lebih buruk atau sama saja? Nah, di titik semacam inilah Anda bisa mulai melakukan eksperimen dengan menghubungkannya dengan dramatisasi. 

Ingat, pengalaman keseharian yang diceritakan saja hanya akan menjadi produk reportase yang mungkin malah tidak ada gunanya buat orang lain. Kalau ingin menjadikan pengalaman keseharian itu menjadi sebuah cerita pendek, tugas Anda adalah membubuhkan dramatisasi.

Selamat bereksperimen.[] 

Katarina Retno Triwidayati. Mentor Cerpen Galuh Patria.

Copyright © 2026 Galuh Patria