Artificial Intelligence dalam Public Relations, Tantangan atau Peluang?

Artificial Intelligence dalam Public Relations, Tantangan atau Peluang?

Artificial Intelligence dalam Public Relations, Tantangan atau Peluang?

Penulis: Yani Tri Wijayanti

Kehadiran Artificial Intelligence

Era digital mampu mendorong manusia untuk melakukan transformasi digital. Era digital selain mempengaruhi cara kita berkomunikasi tetapi juga berpengaruh pada aktivitas kerja sehari-hari. Era digital ini ditandai dengan revolusi industri 4.0, berkembangnya teknologi, adanya big data dan artificial intelligence.

Kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan, AI dan big data bekerja bersama menghasilkan teknologi baru yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dalam tulisan ini akan lebih membahas tentang tantangan dan peluang artificial intelligence dalam kajian public relations. Artificial Intelligence (AI) akhir-akhir ini menjadi pembicaraan yang hangat di semua kalangan, menjadi hal menarik ketika kita bicara mengenai perkembangan teknologi.

AI menjanjikan banyak kemudahan kepada manusia dalam berbagai bidang pekerjaan. AI menjanjikan banyak kelebihan di antaranya kemampuan analitik, mampu memberikan data dan analisis yang akurat dalam jumlah yang besar; efisiensi kerja yang tinggi, dengan memanfaatkan AI dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan kita; dapat mempermudah dalam pengambilan keputusan karena data bersifat obyektif.

 

“Meski ada AI, praktisi PR masih mempunyai masa depan yang baik, era digital bukan menjadi kompetitor melainkan justru membuat praktisi PR menjadi lebih maju dan memudahkan dalam menjalankan fungsi dan pekerjaan PR.”

 

Preview artikel ini dapat dibaca di sini

Citation:

Wijayanti, Yani Tri. “Artificial Intelegence dalam Public Relations, Tantangan atau Peluang?“ dalam Kunandar, et. al. Digital Disturbia: Hiruk-Pikuk Digitalisasi Komunikasi. Yogyakarta: Galuh Patria. pp 103-116.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Terjebak dalam Derasnya Arus Teknologi Informasi dan Kecerdasan Buatan

Terjebak dalam Derasnya Arus Teknologi Informasi dan Kecerdasan Buatan

Terjebak dalam Derasnya Arus Teknologi Informasi dan Kecerdasan Buatan: Analisis Pendekatan Literasi Informasi di Era Digitalisasi

Penulis: Etik Anjar Fitriarti

Ketergantungan pada Teknologi
Teknologi informasi yang semakin berkembang pesat hingga saat ini menimbulkan berbagai macam dilema dan problematika bagi masyarakat, khususnya di dunia pendidikan. Anak-anak usia sekolah maupun mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat informasi yang saat ini semestinya dilindungi dan diharapkan telah memiliki kemampuan literasi yang mumpuni untuk menghadapi segala tantangan dan dampak buruk dari hadirnya era yang serba digital ini.

Anak-anak usia sekolah dan mahasiswa dapat dikatakan sebagai generasi digital sebab mereka memiliki kemampuan yang cepat dalam beradaptasi dan menggunakan teknologi digital. Dalam Pratiwi (2021) disebutkan ada beberapa contoh karakteristik dari generasi digital saat ini yaitu aktif dalam mengungkapkan identitas diri, memiliki wawasan yang luas, menyukai kebebasan, ingin memiliki kontrol, bergantung terhadap teknologi, menikmati lingkungan online, memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang baru dan memiliki kemampuan multitasking. Generasi digital saat ini dapat disebut sebagai digital native yaitu orang yang memiliki kemampuan yang cepat dalam beradaptasi terhadap teknologi digital.

 

“Perlunya menumbuhkan kesadaran literasi informasi untuk mengetahui kebutuhan serta menyesuaikan informasi yang dicari dalam permainan interaktif agar tidak mengarah pada hal-hal yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain.”

 

Preview artikel ini dapat dibaca di sini

Citation:

Fitriarti, Etik Anjar. “Terjebak dalam Derasnya Arus Teknologi Informasi dan Kecerdasan Buatan: Analisis Pendekatan Literasi Informasi di Era Digitalisasi“ dalam Kunandar, et. al. Digital Disturbia: Hiruk-Pikuk Digitalisasi Komunikasi. Yogyakarta: Galuh Patria. pp 103-116.

 

Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:

 

Copyright © 2026 Galuh Patria