
| Berat | 0.25 kg |
|---|---|
| Dimensi | 13 × 19 cm |
| Format | Softcover |
| Jumlah Halaman | |
| ISBN | |
| Penerbit | Galuh Patria |
| Penulis |
Deskripsi
Tursandi Alwi tak pernah bermimpi, apalagi berhayal. Akan tetapi Tuhan memberkan kesempatan menjadi Sekretaris Wakil Presiden (Seswapres) di penghujung jabatan Pak JK dan di awal jabatan Pak Boed. Dengan begitu, sedikit banyak dia memahami bagaimana gaya kepemimpinan Wakil Presiden Republik Indonesia kesepuluh dan kesebelas itu. Dia juga memahami bagaimana langkah-langkah yang ditempuh kedua wapres tersebut menghadapi berbagai isu dan manuver politik yang diarahkan kepada mereka.
Tursandi sendiri merupakan sosok yang tidak sengaja menjadi seorang birokrat. Bukan yang terbaik, tapi bernasib baik. Dia sempat menempati 22 posisi di birokrasi. Karirnya bermula sebagai Kasi Humas Pemkab Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, lalu merangkak naik di Pemda DKI Jakarta sebagai Wakil Camat, Camat, Sekretaris Kota, Wakil Walikota Jakarta Pusat, hingga ke posisi Dirjen Sosial Politik, Dirjen Pembangunan Daerah, Kepala Badan Litbang, dan Pejabat Gubernur di tiga provinsi (Gorontalo, Lampung, dan Kalimantan Selatan), dan Seswapres.
Di buku ini Tursandi memaparkan sedikit pengalaman yang bersifat teknikal dan unik sebagai birokrat. Informasi ekslusif mengenai gaya kepemimpinan, isu-isu, dan manuver politik dua Wapres juga dibeberkan. Informasi ini diharapkan berguna bagi mereka yang bekerja dan sering berhubungan dengan birokrasi.
Tertarik untuk membeli? Buku ini bisa didapatkan melalui:




